JAKARTA, JUMAT - Setelah lima tahun tidak mengeluarkan album, Alena kembali meramaikan industri musik pop Indonesia dengan meluncurkan album keduanya. Album barunya kali ini bertitel Seindah Diriku, yang berbicara mengenai toleransi, persaudaraan, perdamaian, cinta tanpa syarat, dan persatuan dalam perbedaan.
“Selama lima tahun ini, saya mengumpulkan puluhan lagu. Saya banyak belajar mengenai diri sendiri dan industri musik lebih jauh. Selama itu pula, saya melihat banyak pesan sosial di masyarakat mengenai perbedaan ras, suku, agama dan sebagainya yang menginspirasikan lagu-lagu saya,” ujar Alena dalam acara peluncuran album barunya itu di Tea Box Cafe, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (21/2) .
Jumlah lagu pada album keduanya kali ini ada 12 judul. Ke-12 lagu itu dibawakan penyanyi bernama asli Caroline Gunawan itu dalam tiga bahasa, yaitu Indonesia, Mandarin dan Inggris.
Lagu Indonesia diwakili oleh tembang Seindah Diriku. Lagu ini berkisah tentang pertemuan antara dua insan yang saling membuka diri dan bersedia saling menerima apa adanya tanpa syarat. Awalnya lagu ini dinyanyikan secara solo, namun agar berkesan lebih romantis lahirlah format duet bersama The Saba.
Lagu berbahsa Indoensia berikutnya berjudul Perbedaan, yang menampilkan penyanyi rapper Saykoji. Lagu inilah yang berisi pesan tentang perdamaian dalam perbedaan, yang dianggap sebagai tema yang paling penting oleh Alena yang pertama kali dikenal masyarakat dengan wajah imut-imut ketika tampil dalam Final Grand Champion of Asia Bagus, Malaysia tahun 2000 dan menyabet juara pertama.
Maknanya, ujar sarjana lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Pelita Harapan Jakarta dengan predikat cum laude ini, perbedaan bukanlah penyebab perpecahan. Perbedaan adalah bagian dari kehidupan nyata. Dengan perbedaan, hidup kita menjadi lebih kaya.
Lagu berbahasa Indonesia lainnya yaitu Tanpa Airmata, Maaf, Awan Putih, Hati yang Bicara, Cinta Menepi, Terlanjur Memilih Dia serta Berbagi Cinta.
Untuk lagu yang berbahasa Mandarin, pemilik vokal unik yang bersama grup Elfa’s Singer meraih Gold Medal-Choir Olimpiade pada tahun 2000 di Linz, Austria ini menyodorkan lagu Lavender Wei Ni Cun Zai atau Karena Kau, Aku Ada.
Lagu tersebut berkisah tentang cinta yang kuat, tanpa pamrih, menginspirasi seseorang untuk berani berjuang dan mampu bertahan demi cinta. Lagu bernuansa melankolis ini, sangat pas dengan warna vokal Alena yang halus, bening dan tinggi. Selain Lavender, masih ada Yi Xuan Le Ta (Sudah Memilih Dia).
Sedangkan lagu yang berbahasa Inggris Alena melantunkan lagu berjudul Love to Last My Life.
Lewat album ini Alena yang pada usia tiga tahun telah menguasai 25 lagu itu terlihat berupaya tampil lebih dewasa dan matang secara musikal, kualitas vokal, dan fashion. Bagi Alena pribadi, album ini pada dasarnya berbicara tentang cinta dan persahabatan tanpa membedakan status sosial, suku bangsa, warna kulit, agama maupun bahasa.
“Saat ini, kondisi perbedaan di Indonesia sudah mulai membaik, hanya beberapa daerah tertentu yang masih terjadi konfli. Lewat album ini, saya ingin mengajak masyarakat khususnya para pecinta musik untuk kembali ke ‘hati’ dan melihat perbedaan itu sebagai suatu kelebihan,”ujar Alena.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang