Alena Luncurkan Album Baru "Seindah Diriku"

Kompas.com - 22/02/2008, 02:00 WIB

JAKARTA, JUMAT - Setelah lima tahun tidak mengeluarkan album, Alena kembali meramaikan industri musik pop Indonesia dengan meluncurkan album keduanya. Album barunya kali ini bertitel Seindah Diriku, yang berbicara mengenai toleransi, persaudaraan, perdamaian, cinta tanpa syarat, dan persatuan dalam perbedaan. 

“Selama lima tahun ini, saya mengumpulkan puluhan lagu. Saya banyak belajar mengenai diri sendiri dan industri musik lebih jauh. Selama itu pula, saya melihat banyak pesan sosial di masyarakat mengenai perbedaan ras, suku, agama dan sebagainya yang menginspirasikan lagu-lagu saya,” ujar Alena dalam acara peluncuran album barunya itu di Tea Box Cafe, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (21/2) .
 
Jumlah lagu pada album keduanya kali ini ada 12 judul. Ke-12 lagu itu dibawakan penyanyi bernama asli Caroline Gunawan itu dalam tiga bahasa, yaitu Indonesia, Mandarin dan Inggris.

Lagu Indonesia diwakili oleh tembang Seindah Diriku. Lagu ini berkisah tentang pertemuan antara dua insan yang saling membuka diri dan bersedia saling menerima apa adanya tanpa syarat. Awalnya lagu ini dinyanyikan secara solo, namun agar berkesan lebih romantis lahirlah format duet bersama The Saba.
 
Lagu berbahsa Indoensia berikutnya berjudul Perbedaan, yang menampilkan penyanyi rapper Saykoji. Lagu inilah yang berisi pesan tentang perdamaian dalam perbedaan, yang dianggap sebagai tema yang paling penting oleh Alena yang pertama kali dikenal masyarakat dengan wajah imut-imut ketika tampil dalam Final Grand Champion of Asia Bagus, Malaysia tahun 2000 dan menyabet juara pertama.

Maknanya, ujar sarjana lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Pelita Harapan Jakarta dengan predikat cum laude ini, perbedaan bukanlah penyebab perpecahan. Perbedaan adalah bagian dari kehidupan nyata. Dengan perbedaan, hidup kita menjadi lebih kaya.
 
Lagu berbahasa Indonesia lainnya yaitu Tanpa Airmata, Maaf, Awan Putih, Hati yang Bicara, Cinta Menepi, Terlanjur Memilih Dia serta Berbagi Cinta.
 
Untuk lagu yang berbahasa Mandarin, pemilik vokal unik yang bersama grup Elfa’s Singer meraih Gold Medal-Choir Olimpiade pada tahun 2000 di Linz, Austria ini  menyodorkan lagu Lavender Wei Ni Cun Zai atau Karena Kau, Aku Ada.

Lagu tersebut berkisah tentang cinta yang kuat, tanpa pamrih, menginspirasi seseorang untuk berani berjuang dan mampu bertahan demi cinta. Lagu bernuansa melankolis ini, sangat pas dengan warna vokal Alena yang halus, bening dan tinggi. Selain Lavender, masih ada Yi Xuan Le Ta (Sudah Memilih Dia).

Sedangkan lagu yang berbahasa Inggris Alena melantunkan lagu berjudul Love to Last My Life.
 
Lewat album ini Alena yang pada usia tiga tahun telah menguasai 25 lagu itu terlihat berupaya tampil lebih dewasa dan matang secara musikal, kualitas vokal, dan fashion.  Bagi Alena pribadi, album ini pada dasarnya berbicara tentang cinta dan persahabatan tanpa membedakan status sosial, suku bangsa, warna kulit, agama maupun bahasa.

“Saat ini, kondisi perbedaan di Indonesia sudah mulai membaik, hanya beberapa daerah tertentu yang masih terjadi konfli. Lewat album ini, saya ingin mengajak masyarakat khususnya para pecinta musik untuk kembali ke ‘hati’ dan melihat perbedaan itu sebagai suatu kelebihan,”ujar Alena.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau