NEW YORK, KAMIS - Pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, perdagangan Kamis (21/2) waktu setempat anjlok, karena adanya kekhawatiran baru bahwa ekonomi AS akan terperosok ke dalam resesi. Saham-saham turun setelah the Federal Reserve Philadelphia melaporkan manufaktur regional turun lebih dari yang diharapkan. Berita buruk lainnya adanya laporan yang menyebutkan penurunan indikator utama ekonomi.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 142,96 poin atau 1,15 persen pada 12.284,30. Indeks komposit Nasdaq melemah 27,32 poin atau 1,17 persen menjadi 2.299,78 sementara indeks Standard & Poor’s 500 berakhir turun 17,50 poin atau 1,29 persen pada 1.342,53.
Pelaku pasar mengatakan berita ekonomi harian telah menekan optimisme pasar. Ekonom Global Insight dalam ulasannya mengatakan bahwa ekonomi AS dalam tahapan awal resesi. Sebuah lembaga riset swasta, The Conference Board, mengatakan Kamis, bahwa indeks dari Leading Economic Indicators turun 0,1 persen pada Januari. "Perubahan pada Leading Index, termasuk lama, intensitas dan penyebaran di seluruh pasar, memberikan kesan pertumbuhannya ke depan terus melemah.
Lembaga riset mengutip jatuhnya harga saham dan turunnya permintaan ijin pembangunan rumah sebagai pertimbangan utama jatuhnya indeks.
Sementara itu, Federal Reserve Philadelphia merilis laporan penurunan kegiatan manufaktur regional yang juga menekan Wall Street. "Aktivitas sektor manufaktur regional terus melemah pada bulan ini," sebutnya..
Laporan-laporan itu memberikan kesan momentum ekonomi masih berada di bawah tekanan setelah pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) melambat selama kuartal keempat 2007 menjadi 0,6 persen (tahunan). "Apakah ekonomi dalam resesi? Banyak dan banyak data menunjukkan arah itu," kata pengamat Joel Naroff, kepala Naroff Economic Advisors.
Para pelaku pasar mengatakan melemahnya ekonomi kemungkinan akan mendorong the Federal Reserve untuk memangkas suku bunga utama pada pertemuan kebijakan bulan depan. The Fed telah menurunkan suku bunga pinjaman sejak September dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.
Banyak pengamat ekonomi memperkirakan bank sentral sedikitnya akan menurunkan suku bunga 50 basis poin pada pertemuan dewan kebijakan 18 Maret. The Fed telah menurunkan suku bunga utama jangka pendek federal funds 225 basis poin menjadi 3,00 persen sejak September. (AP/AFP)