PATI, SABTU - Kerugian ratusan petani bawang merah Desa Bangsalrejo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, mencapai Rp 1,05 miliar. Banjir yang merendam sekitar 70 hektar lahan bawang merah selama sepekan membuat harga bawang turun dari Rp 7.000 per kg menjadi Rp 500 Rp 2.500 per kg.
Margo (75), petani Desa Bangsalrejo, Sabtu (23/2), mengatakan banjir yang masih menggenangi lahan desa mengakibatkan sebagian besar bawang merah membusuk. Sebagian kecil bawang yang dapat terselamatkan juga terancam membusuk, karena terkendala pengeringan.
"Seharusnya, saya dapat memanen sekitar tujuh kuintal bawang merah. Namun, sekarang hanya sekitar setengah kuintal. Itu pun belum tentu laku dijual karena sudah mulai membusuk, " kata dia yang memiliki lahan 2,5 hektar.
Menurut Margo, bawang merah itu berusia 50 hari. Padahal sepuluh hari lagi, bawang itu sudah siap panen. Namun, banjir keburu datang dan membuat para petani kelabakan menyela matkan sumber penghasilan.
Sejumlah petani juga menyewa perahu dan mengupah buruh tani untuk memanen dini bawang merah. Suminah (50), misalnya. Ia menyewa dua perahu dan mengupah 30 buruh tani.
Suminah mengemukakan biaya sewa perahu Rp 50.000 per hari dan biaya upah buruh Rp 50.000 per orang. Panen yang seharusnya dapat dilakukan sehari itu kini dilakukan selama tiga hari karena kesulitan mengambil b awang merah yang terendam air.
Ia hanya mampu menyelamatkan tiga kwintal bawang merah. Padahal jika panen normal, ia mampu memperoleh lima kwintal.
"Saya merugi sekitar Rp 80 juta. Membeli bibit bawang seharga Rp 15.000 per kilogram pun, mungkin sangat berat," kata dia yang membutuhkan sekitar satu kwintal bibit bawang merah.
Duka para petani bawang itu semakin diperparah dengan rendahnya harga bawang merah. Semula harga bawang merah Rp 7.000 per kg, kini hanya Rp 500 Rp 2.500 per kg.
"Masih lumayan dapat terbeli Rp 500 per kilogram. Ada bawang merah yang tidak laku sama sekali, sehingga digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau justeru dibuang," kata Suminah.
Secara terpisah, Lurah Bangsalrejo Dwi Prasetyo mengatakan usia bawang merah di Desa Bangsalrejo antara 45-55 hari. Bawang itu siap dipanen pada usia 60 hari, sehingga perkiraan kerugian cukup besar, yaitu Rp 1,05 miliar.
"Selama ini belum pernah ada sejarahnya pemerintah membantu bibit bawang karena harganya mahal. Kemungkinan besar, para petani sendirilah yang berupaya mencari modal untuk memulihkan pertanian mereka, " kata dia. (HEN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang