Petani Bawang di Pati Rugi Rp1 M Lebih

Kompas.com - 23/02/2008, 21:05 WIB

PATI, SABTU - Kerugian ratusan petani bawang merah Desa Bangsalrejo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, mencapai Rp 1,05 miliar. Banjir yang merendam sekitar 70 hektar lahan bawang merah selama sepekan membuat harga bawang turun dari Rp 7.000 per kg menjadi Rp 500 Rp 2.500 per kg.  

Margo (75), petani Desa Bangsalrejo, Sabtu (23/2), mengatakan banjir yang masih menggenangi lahan desa mengakibatkan sebagian besar bawang merah membusuk. Sebagian kecil bawang yang dapat terselamatkan juga terancam membusuk, karena terkendala pengeringan.

"Seharusnya, saya dapat memanen sekitar tujuh kuintal bawang merah. Namun, sekarang hanya sekitar setengah kuintal. Itu pun belum tentu laku dijual karena sudah mulai membusuk, " kata dia yang memiliki lahan 2,5 hektar.

Menurut Margo, bawang merah itu berusia 50 hari. Padahal sepuluh hari lagi, bawang itu sudah siap panen. Namun, banjir keburu datang dan membuat para petani kelabakan menyela matkan sumber penghasilan.

Sejumlah petani juga menyewa perahu dan mengupah buruh tani untuk memanen dini bawang merah. Suminah (50), misalnya. Ia menyewa dua perahu dan mengupah 30 buruh tani.

Suminah mengemukakan biaya sewa perahu Rp 50.000 per hari dan biaya upah buruh Rp 50.000 per orang. Panen yang seharusnya dapat dilakukan sehari itu kini dilakukan selama tiga hari karena kesulitan mengambil b awang merah yang terendam air.

Ia hanya mampu menyelamatkan tiga kwintal bawang merah. Padahal jika panen normal, ia mampu memperoleh lima kwintal.

"Saya merugi sekitar Rp 80 juta. Membeli bibit bawang seharga Rp 15.000 per kilogram pun, mungkin sangat berat," kata dia yang membutuhkan sekitar satu kwintal bibit bawang merah.

Duka para petani bawang itu semakin diperparah dengan rendahnya harga bawang merah. Semula harga bawang merah Rp 7.000 per kg, kini hanya Rp 500 Rp 2.500 per kg.

"Masih lumayan dapat terbeli Rp 500 per kilogram. Ada bawang merah yang tidak laku sama sekali, sehingga digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau justeru dibuang," kata Suminah.

Secara terpisah, Lurah Bangsalrejo Dwi Prasetyo mengatakan usia bawang merah di Desa Bangsalrejo antara 45-55 hari. Bawang itu siap dipanen pada usia 60 hari, sehingga perkiraan kerugian cukup besar, yaitu Rp 1,05 miliar.

"Selama ini belum pernah ada sejarahnya pemerintah membantu bibit bawang karena harganya mahal. Kemungkinan besar, para petani sendirilah yang berupaya mencari modal untuk memulihkan pertanian mereka, " kata dia. (HEN)     

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau