BANDAR LAMPUNG, MINGGU - Kendati listrik Jawa-Bali terancam padam, PT Bukit Asam Unit Tarahan memastikan pasokan batu bara ke PLTU Suralaya lancar sehinggga mendukung kehandalan PLTU Suralaya. Hanya saja, kelancaran pasokan belum disertai dengan kelancaran pengiriman batu bara dari Tanjung Enim Sumatera Selatan ke Tarahan, Lampung Selatan.
General Manajer PT Bukit Asam Unit Tarahan Iskandar Maliki, Sabtu (23/2) mengatakan, setiap dua hari sekali PT Bukit Asam Unit Tarahan mengirim batu bara ke PLTU Suralaya. Pengiriman dilakukan dengan menggunakan dua kapal pengangkut batu bara, y aitu MV Saraswati dengan kapasitas angkut 24.500 ton dan MV Tarahan berkapasitas 10.000 ton.
Gelombang tinggi yang melanda perairan Selat Sunda dalam tiga pekan terakhir juga tidak mengganggu operasional kapal. Sehingga kedua kapal pengangkut secara kontinyu mampu memasok batu bara.
Pasokan sebanyak itu terpantau merupakan hasil pengiriman dari Tanjung Enim Sumatera Selatan ke Tarahan Lampung Selatan. Setiap hari, sekitar 10 kereta batu bara rangkaian panjang atau babaranjang mengirim 20.000 ton batu bara ke Tarahan.
"Kelancaran pasokan mampu mendukung operasional PLTU Suralaya. Pasokan listrik dari Suralaya untuk interkoneksi Jawa-Bali aman," ujar Iskandar.
Manajer Operasional PT Bukit asam Unit Tarahan A Rifai mengatakan, kendati pasokan ke Suralaya lancar, namun pengiriman batu bara dari Tanjung Enim ke Tarahan belum optimal. Pada akhir Desember 2007 dan awal Februari 2008 PT Bukit Asam mencatat terjadinya gangguan pengiriman batu bara. Gangguan terpantau berupa kereta anjlok akibat jalan rel yang tidak bagus.
Gangguan-gangguan demikian menyebabkan target pengiriman batu bara dari Tanjung Enim ke Tarahan pada 2007 tidak tercapai. Dari target pengiriman 7,1 juta ton, pengiriman tercatat hanya sebanyak 6,3 juta ton.
Dengan kondisi jalan rel yang tidak bagus, pada 2008 PT Bukit Asam Unit Tarahan justru menargetkan peningkatan angkutan menjadi sebanyak 7,3 juta ton. Untuk menyiasati tidak bagusnya pengangkutan, PT Bukit Asam bekerja sama dengan PT KA selaku operator menambah jumlah gerbong pengangkut dan lokomotif penarik.
Pada April 2008 diperkirakan sebanyak 180 gerbong dan 9 lokomotif baru didatangkan PT KA. Sarana angkutan baru tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas angkut batu bara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang