Pasokan Batu Bara ke Suralaya Lancar

Kompas.com - 24/02/2008, 17:53 WIB

BANDAR LAMPUNG, MINGGU - Kendati listrik Jawa-Bali terancam padam, PT Bukit Asam Unit Tarahan memastikan pasokan batu bara ke PLTU Suralaya lancar sehinggga mendukung kehandalan PLTU Suralaya. Hanya saja, kelancaran pasokan belum disertai dengan kelancaran pengiriman batu bara dari Tanjung Enim Sumatera Selatan ke Tarahan, Lampung Selatan.

General Manajer PT Bukit Asam Unit Tarahan Iskandar Maliki, Sabtu (23/2) mengatakan, setiap dua hari sekali PT Bukit Asam Unit Tarahan mengirim batu bara ke PLTU Suralaya. Pengiriman dilakukan dengan menggunakan dua kapal pengangkut batu bara, y aitu MV Saraswati dengan kapasitas angkut 24.500 ton dan MV Tarahan berkapasitas 10.000 ton.

Gelombang tinggi yang melanda perairan Selat Sunda dalam tiga pekan terakhir juga tidak mengganggu operasional kapal. Sehingga kedua kapal pengangkut secara kontinyu mampu memasok batu bara.

Pasokan sebanyak itu terpantau merupakan hasil pengiriman dari Tanjung Enim Sumatera Selatan ke Tarahan Lampung Selatan. Setiap hari, sekitar 10 kereta batu bara rangkaian panjang atau babaranjang mengirim 20.000 ton batu bara ke Tarahan.

"Kelancaran pasokan mampu mendukung operasional PLTU Suralaya. Pasokan listrik dari Suralaya untuk interkoneksi Jawa-Bali aman," ujar Iskandar.

Manajer Operasional PT Bukit asam Unit Tarahan A Rifai mengatakan, kendati pasokan ke Suralaya lancar, namun pengiriman batu bara dari Tanjung Enim ke Tarahan belum optimal. Pada akhir Desember 2007 dan awal Februari 2008 PT Bukit Asam mencatat terjadinya gangguan pengiriman batu bara. Gangguan terpantau berupa kereta anjlok akibat jalan rel yang tidak bagus.

Gangguan-gangguan demikian menyebabkan target pengiriman batu bara dari Tanjung Enim ke Tarahan pada 2007 tidak tercapai. Dari target pengiriman 7,1 juta ton, pengiriman tercatat hanya sebanyak 6,3 juta ton.

Dengan kondisi jalan rel yang tidak bagus, pada 2008 PT Bukit Asam Unit Tarahan justru menargetkan peningkatan angkutan menjadi sebanyak 7,3 juta ton. Untuk menyiasati tidak bagusnya pengangkutan, PT Bukit Asam bekerja sama dengan PT KA selaku operator menambah jumlah gerbong pengangkut dan lokomotif penarik.

Pada April 2008 diperkirakan sebanyak 180 gerbong dan 9 lokomotif baru didatangkan PT KA. Sarana angkutan baru tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas angkut batu bara.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau