Gazza Tenggak 50 Kaleng Red Bull per Hari

Kompas.com - 24/02/2008, 20:25 WIB
LONDON, MINGGU - Menenggak minuman berenergi kini tampaknya sudah menjadi bagian gaya dari hidup modern di seluruh dunia. 

Banyak orang yang lebih suka mengambil jalan pintas untuk menyuplai energi yang hilang dalam tubuh dengan minuman berenergi (energy drink). Bahkan, banyak yang menjadikan minuman berenergi sebagai "menu wajib" setiap hari. Diasumsikan oleh mereka, minuman berenergi berfungsi sebagai sumber tenaga tambahan, tonikum, maupun multivitamin.

Namun di balik khasiatnya sebagai stimulan penambah tenaga, banyak yang tidak sadar kalau minuman energi ternyata berpotensi menimbulkan masalah besar jika konsumsinya tidak dikendalikan. Salah satu bukti nyata adalah nasib yang kini menimpa pesepakbola Inggris Paul "Gazza" Gascoigne yang harus menjalani terapi pemulihan akibat kecanduan minuman berenergi.

Seperti dilaporkan The Sun, Minggu (24/2), mantan pemain tim nasional Inggris itu harus menjalani terapi pengobatan selama sebulan di sebuah klinik di Amerika Serikat untuk menyembuhkan ketergantungan dari minuman energi. Sekali dalam seminggu, Gazza mendapat terapi dan pemeriksaan dengan biaya yang mencapai sekitar 4.000 poundsterling.

Kecanduan yang dialami Gazza memang sudah terbilang sangat berat. Ia dikabarkan bisa menenggak sebanyak 50 kaleng minuman berenergi merek Red Bull setiap harinya.  

Menurut pendapat Carol Cooper, dokter pengasuh rubrik kesehatan The Sun, minuman Red Bull yang beredar di Inggris mengandung 80mg kafein  dan bila mengonsumsinya berlebihan membuat Anda menjadi seorang maniak.

"Mengonsumsi stimulan yang terlalu berlebihan  akan membuat Anda menjadi irasional atau cenderung me temperamental. Anda juga bisa larut dalam khayalan dan halusinasi.  Gejala-gejala fisiknya adalah berkeringat dan jantung berdebar," tulis Cooper dalam kolomnya.

Gascoigne sendiri kini lebih sering dikenal sebagai mantan bintang yang berubah menjadi seorang pesakitan. Ia  sudah mengalami kecanduan alkohol sejak masih menjadi pemain. Alkohol telah mengubah sosok Gascoigne menjadi temperamental. Ia juga pernah memukuli istrinya, yang kemudian menceraikan dirinya.

Ia mengalami depresi hebat ketika mengalami cedera, dan membuatnya pensiun lebih cepat. Selain kecanduan alkohol, Gascoigne juga mengalami masalah kesehatan. Januari 2005, ia dibawa ke rumah sakit akibat pneumonia, dan tahun berikutnya harus menjalani pembedahan darurat untuk menjalani operasi perut. Usai operasi, ia merayakan ulang tahun ke-40.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau