Woodgate Antar Spurs Juara Piala Carling

Kompas.com - 25/02/2008, 00:53 WIB

LONDON, SENIN - Defender Totenham Hotspur yang baru saja dibeli dari Midlesbrugh Januari lalu, Jonathan Woodgate, menjadi pahlawan pada final Piala Carling atau Piala Liga lawan Chelsea di Stadion Wembley, Minggu (24/2) atau Senin WIB. Dia mencetak gol penentu kemenangan Totenham 2-1 di masa perpanjangan waktu.

Ini merupakan gelar Piala Liga ke-4 yang pernah diraih Tottenham Hotspur dalam sejarahnya. Mereka terakhir kali menjuarai kompetisi ini pada 1999.

Sukses itu juga merupakan prestasi pertama pelatih Juande Ramos sejak datang di klub tersebut. Dia membuktikan sebagai pelatih yang punya mental juara. Sebelum di Spurs, dia sudah lebih dulu mempersembahkan dua Piala FA kepada Sevilla.

Sebaliknya bagi pelatih Chelseam, Avram Grant. Pelatih asal Israel yang selama ini di bawah bayang-bayang Jose Mourinho itu gagal membuktikan kemampuannya.

Chelsea yang memiliki materi pemain yang lebih elite, sebelumnya memang lebih menguasai pertandingan. Bahkan, pada menit ke-39 Chelsea sempat unggul lebih dulu lewat Didier Drogba.

Striker asal Pantai Gading itu melakukan tendangan bebas yang sangat cantikdari luar kotak penalti. Selain melewati pagar pembatas, bola tendangannya mengecoh kiper Tottenham, Paul Robinson.

Ketinggalan 0-1, Totenham terus mencoba menyamakan kedudukan. Namun, beberapa kali usaha yang dilakukan Dimitar Berbatov dkk selalu gagal. Beruntung, pada menit ke-70 Tottenham mendapat hadiah penalti, setelah Wayne Bridge dinyatakan handsball di kotak terlarang.

Berbatov yang menjadi algojo, tanpa kesulitan mengecoh kiper Peter Cech. Kemenangan itu membuat Tottenham semakin bersemangat. Pada menit-menit akhir, Spurs justru lebih banyak menekan Chelsea.

Bahkan, beberapa peluang sempat tercipta. Peluang terindah dimiliki Didier Zokora. Setelah menerima umpan terobosan, dia tinggal berhadapan dengan Peter Cech. Sayang, tendangannya mengenai kepala Cech. Dia sempat mendapat bola rebound, tapi di percobaan kedua juga gagal. Tendangan Zokora terlalu keras dan melambung di atas gawang.

Hasil imbang 1-1 membuat pertandingan diperpanjang. Rupanya, Totenham lebih sukses dalam berinisiatif menyerang. Baru menit ke-94, Jonathan Woodgate membobol gawang Chelsea. Dia memanfaatkan umpan dari tendangan bebas dengan sundulannya.

Sebenarnya, bola sempat ditepis Peter Cech. Tapi, bola tepisannya membentur kepala Woodgate lagi dan meluncur ke arah gawang Chelsea.

Sejak itu, Totenham lebih banyak mnerapkan permainan bertahan. Ini memberi kesempatan kepada Chelsea untuk terus menekan. Sayangnya, pertahanan Woodgate dkk terlalu tangguh. Bahkan, sesekali Tottenham ustru membahayakan gawang Chelsea lewat serangan balik. (HPR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau