Hujan Selamatkan Jambi dari Kabut Asap

Kompas.com - 25/02/2008, 16:19 WIB

JAMBI, SENIN - Kabut asap masih terjadi di langit Kota Jambi. Namun, ketebalannya makin menurun karena hujan turun sepanjang Minggu malam kemarin.

Menurut Kurnianingsih, Koordinator Prakiraan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Jambi, kabut asap kiriman dari Riau masih terdapat di Jambi. "Namun persentasenya lebih kecil dibanding kemarin (Minggu)," ujarnya, Senin (25/2).

Tidak seperti Minggu pagi lalu, jarak pandang hari Senin relatif normal sejak pagi. Mulai pukul 07-09.00, jarak pandang mencapai lima hingga sembilan kilometer. Sedangkan sekitar 13.00, jarak pandang mencapai 10 kilometer.

Langit di atas Kota Jambi hampir sepanjang hari, cenderung berawan. Satelit NOAA yang dibaca petugas Pusat Pengendalian Kebakaran Lahan dan Hutan (Pudakarlahut) Provinsi Jambi, tidak dapat mendeteksi adanya titip api, karena langit diselimuti awan dan kabut. "Hari ini data titip api di Jambi tidak dapat terpantau," ujar Doni Osmon, petugas di Pusdakarlahut.

Berdasarkan prakiraan BMG, intensitas hujan di Jambi akan cenderung lebih tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Ini diharapkan dapat meminimalkan kemungkinan terjadinya kebakaran lahan. (ITA)  

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau