Terry Irvin Tangkap Buaya 'Raksasa' di Aceh

Kompas.com - 25/02/2008, 21:27 WIB

BOGOR, SENIN - Terry Irvin, istri penjinak buaya, Steve Irvin, warga negara Australia, bersama rombongan mengunjungi Indonesia guna melakukan beberapa kegiatan sekaligus. Di antaranya menangkap buaya raksasa yang telah memangsa manusia di Meulaboh Aceh.

Dikatakan Direktur Taman Safari Indonesia (TSI), Tony Sumampau, kunjungan Terry Irvin bersama rombongan ke Indonesia antara lain, karena diminta membantu menangkap buaya di sebuah sungai di Meulaboh Aceh, yang telah memangsa manusia.

"Di sungai itu diperkirakan ada tiga ekor buaya raksasa, salah satunya sudah berhasil ditangkap. Buaya itu berukuran panjang 520 cm dan telah berusia sekitar 80 tahun," kata Toni Sumampau di Bogor, Minggu (24/2). Dijelaskan Terry Irvin, buaya yang tertangkap di Meulaboh tersebut adalah jenis buaya muara yang ganas.Dia bisa memangsa manusia, apalagi ukuran tubuhnya sudah sedemikian besar.

Di Aceh, Terry Irvin bersama rombongan tidak hanya membantu menangkap buaya, tapi memberikan pelatihan singkat, bagaimana mengetahui lokasi-lokasi yang ada buaya dan menghindari kemungkinan dimangsa buaya. Dijelaskannya, buaya adalah makhluk hidup yang sudah ada di dunia sejak sekitar enam juta tahun lalu. Ada sebanyak 22 jenis buaya, sekitar 16 jenis diantaranya sudah terancan punah.

"Dari seluruh jenis buaya yang paling berbahaya adalah buaya air asin atau buaya muara. Jenis buaya itu yang berada di sungai di Meuleboh Aceh," katanya. Menurut dia, buaya muara bisa memangsa manusia yang berada di sungai. Guna menghindari kemungkinan dimangsa buaya, manusia harus mengetahui ilmu buaya serta di lokasi yang ada buaya diberi plang peringatan.

"Buaya itu tidak begitu saja langsung menyerang manusia, tapi ia mempelajari dulu kebiasaan manusia. Karena itu, manusia yang diserang buaya adalah yang sering beraktivitas di sungai, seperti mandi dan mencuci," katanya. Sementara, lokasi yang menjadi hunian buaya, kata dia, umumnya adalah air yang dalam, arusnya tidak deras, serta keruh.(ANT/WAH)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau