2 Warga Irak Ditahan di Madagaskar

Kompas.com - 26/02/2008, 01:05 WIB

ANTANANARIVO, SELASA - Dua warga Irak ditahan di Madagaskar setelah mereka ditangkap ketika berusaha meninggalkan negara pulau Lautan India itu dengan paspor yang berbeda dari yang mereka gunakan pada saat datang, kata media setempat, Senin waktu setempat.

Para tersangka yang berusia 33 dan 34 tahun itu tiba di Madagaskar dengan paspor Irak mereka dan visa kunjungan 30 hari. Setelah tinggal singkat di ibukota negara itu, Antananarivo, mereka naik pesawat menuju Paris melalui pulau wisata Nosy Be.

Di Nosy Be kedua pria yang bernama Yasser Salman dan Aabdoul Fatar Ahmed itu menimbulkan kecurigaan ketika mereka menunjukkan paspor Swedia mereka. Orang-orang itu dibawa kembali ke Antananarivo untuk diinterogasi. Kedua warga Irak itu diberitakan memberi tahu polisi bahwa mereka melarikan diri dari perang di Irak dan ingin pergi ke Swedia melalui Madagaskar dan Paris.

Seorang jurubicara kepolisian menolak memberkan penjelasan terinci mengenai fokus penyelidikan dan hanya mengatakan kepada media setempat bahwa itu merupakan "kasus yang sangat sulit".

Author : ABD

Source: DPA

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau