Moody: Perbankan Syariah Semakin Moncer

Kompas.com - 26/02/2008, 12:13 WIB

LONDON,SELASA - Laporan lembaga pemeringkat kredit internasional Moody’s Investors Service, Selasa (26/2), menunjukkan perbankan Syariah saat ini terus berkembang pesat dan tidak ada tanda-tanda pelambatan. Tahun ini volume perbankan Syariah diperkirakan tumbuh 30-35 persen, didukung tingginya minat dari di luar negara-negara Islam, seperti Jepang, Thailand dan Inggris.

Menurut Islamic Financial Services Board, tumbuhnya perekonomian di negara-negara Islam yang didorong tingginya harga minyak, menjadi salah satu faktor pendorong sistem keuangan Islam tumbuh pesat, sekitar 15 persen pertahun dalam tiga tahun terakhir ini dan secara global bernilai 700 miliar dollar AS.

Sedangkan volume obligasi syariah mencapai 97,3 miliar dolar AS pada tahun 2007, dengan mayoritas transaksi terjadi di Malaysia dan negara-negara Teluk Arab. Disebutkan laporan itu, meski tahun lalu di wilayah Eropa dan Afrika tidak menunjukkan perkembangan yang berarti, namun tahun ini di wilayah itu sudah tumbuh minat yang besar terhadap perbankan syariah.    

Tahun lalu, volume penerbitan obligasi syariah tumbuh 71 persen senilai 32,65 miliar dollar AS, dengan volume transaksi mencapai 269,8 juta dollar AS, naik dibandingkan tahun 2006 senilai 175 dollar AS.

Perbankan Syariah yang memadukan prinsip-prinsip Syariah atau ketentuan Islam dan perbankan modern, namun fund-fund Syariah melarang investasi di perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan rokok, alkohol atau judi yang dipertimbangkan tabu oleh orang-orang Muslim.

Menurut Moody's, perbankan syariah memang belum kebal terhadap gejolak pasar finansial dunia, terbukti dengan adanya penundaan beberapa penerbitan obligasi syariah. (Dow Jones)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau