Aksi Panggung Trio Macan Diprotes Keras

Kompas.com - 26/02/2008, 23:27 WIB

PEKANBARU, TRIBUN - Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah Provinsi Riau mendatangi kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Riau, Selasa (26/2) sekitar pukul 10.00. Mereka mempertanyakan penampilan artis ibukota Trio Macan pada puncak pelaksanaan hari pers nasional yang lalu.

Delegasi PW Pemuda Muhammadiyah itu dipimpin oleh Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah, Abu Nawas Sag. Ia didampingi bendaharawan PW Pemuda Muhammadiyah, H Haris Jumadi SE, serta enam kader pemuda Muhamadiyah lainnya. Kedatangan mereka disambut oleh Wakil Ketua PWI Riau, Denny Kurnia, serta beberapa pengurus PWI Riau. 

Menurut Abu Nawas, kedatangan mereka merupakan tindak lanjut dari banyaknya pesan singkat (SMS) dan telepon yang masuk ke pengurus Pemuda Muhammadiyah terkait penampilan Trio Macan di panggung pada malam puncak HUT PWI Riau.

Atas SMS dan telepon berkait kejadian itu pihak PW Pemuda Muhammdiyah mengaku menyatakan prihatin dan mendatangi kantor PWI Riau. Namun, kata Abu Nawas, kedatangan mereka dilakukan secara spontan. "Kita baru melakukan kontak-kontak tadi malam sesama anggota. Lalu kita putuskan untuk datang hari ini," kata Abu.

Menanggapi aksi Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah itu, Denny Kurnia mempertanyakan, mengapa aksi protes itu baru dilakukan setelah acara itu berlangsung. Padahal, katanya, sebelum acara itu digelar, beberapa surat kabar harian telah memberitahukannya.

"Di satu sisi saya bisa menerima ini. Di sisi lain, kenapa hanya kita yang diprotes setelah menghadirkan Trio Macan? Kenapa yang lain tidak dilarang, seperti hadirnya internet, indovision, dan perbuatan korupsi tidak dipersoalkan," katanya.

Denny juga mengatakan bahwa penampilan artis itu merupakan suatu komedi satir saja. Namun pada kesempatan itu, Denny juga mengatakan bahwa pihaknya memang merasa berdosa. Hanya saja ia juga menyampaikan, mengapa Riau, yang menurut data ICW merupakan daerah yang korupsinya menduduki peringkat ketiga di Indonesia tidak pernah dipermasalahkan. Trio Macan, katanya, menghibur orang-orang yang menyukai hiburan seperti itu

Menanggapi pernyataan Denny,  salah satu pengurus Muhammadiyah setempat, Haris Jumadi, mengatakan, isu korupsi persentasenya memang masih kecil di masyarakat. Sementara terkait berita akan tampilnya Trio Macan, ia mengaku, banyak dari pihaknya yang tidak mengetahui pemberitaan itu. "Kita baru tahu setelah acara selesai dilaksanakan," katanya.  

Haris juga menyampaikan kekecewaannya terhadap pemimpin Riau yang hadir dalam malam puncak itu. "Kita kecewa dengan pemimpin Riau yang hadir. Kenapa tidak ada yang melarang penampilan itu," kata Haris di hadapan peserta pertemuan dan puluhan wartawan itu.

Mengenai penampilan Trio Macan pada malam puncak HUT PWI itu, Denny mengatakan, panitia sudah meminta artis ibukota itu untuk memperhatikan busana dan penampilan mereka. Saat malam puncak itu, kita juga menampilkan artis Syafira, Panduwinata, Zalmon, serta Arwin AS dari komunitas Beatles.

"Yang hadir malam itu bukan hanya Trio Macan. Banyak artis lainnya. Bahkan, artis Zalmon yang hadir malam itu mengenakan kostum muslim," tambah Denny.

Selain itu, tegasnya, dari sisi hukum semuanya tidak ada masalah. "Kita memiliki semua perizinan. Dari  Dishub, bahkan dari Walikota juga ada izin.  Mengenai etika kita akan minta izin kepada siapa. Peraturan daerahnya juga tidak ada. Selain itu kita juga memiliki kebiasaan untuk menyajikan segala sesuatunya secara berimbang," katanya.

Denny juga mengemukakan bahwa secara keseluruhan pementasan itu merupakan bagian dari kesenian. Selain itu pihaknya juga memiliki keinginan untuk menghibur masyarakat. Namun ia berjanji ke depan pihaknya akan memperhatikan masalah ini.

"Ke depan insyaallah kita akan menjaga ini. Kami tak ada maksud untuk menghadirkan sesuatu yang berbau pronografi. Namun, kami tetap menerima masukan ini," kata Denny. (TRIBUN PEKANBARU/HNK)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau