PEKANBARU, TRIBUN - Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah Provinsi Riau mendatangi kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Riau, Selasa (26/2) sekitar pukul 10.00. Mereka mempertanyakan penampilan artis ibukota Trio Macan pada puncak pelaksanaan hari pers nasional yang lalu.
Delegasi PW Pemuda Muhammadiyah itu dipimpin oleh Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah, Abu Nawas Sag. Ia didampingi bendaharawan PW Pemuda Muhammadiyah, H Haris Jumadi SE, serta enam kader pemuda Muhamadiyah lainnya. Kedatangan mereka disambut oleh Wakil Ketua PWI Riau, Denny Kurnia, serta beberapa pengurus PWI Riau.
Menurut Abu Nawas, kedatangan mereka merupakan tindak lanjut dari banyaknya pesan singkat (SMS) dan telepon yang masuk ke pengurus Pemuda Muhammadiyah terkait penampilan Trio Macan di panggung pada malam puncak HUT PWI Riau.
Atas SMS dan telepon berkait kejadian itu pihak PW Pemuda Muhammdiyah mengaku menyatakan prihatin dan mendatangi kantor PWI Riau. Namun, kata Abu Nawas, kedatangan mereka dilakukan secara spontan. "Kita baru melakukan kontak-kontak tadi malam sesama anggota. Lalu kita putuskan untuk datang hari ini," kata Abu.
Menanggapi aksi Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah itu, Denny Kurnia mempertanyakan, mengapa aksi protes itu baru dilakukan setelah acara itu berlangsung. Padahal, katanya, sebelum acara itu digelar, beberapa surat kabar harian telah memberitahukannya.
"Di satu sisi saya bisa menerima ini. Di sisi lain, kenapa hanya kita yang diprotes setelah menghadirkan Trio Macan? Kenapa yang lain tidak dilarang, seperti hadirnya internet, indovision, dan perbuatan korupsi tidak dipersoalkan," katanya.
Denny juga mengatakan bahwa penampilan artis itu merupakan suatu komedi satir saja. Namun pada kesempatan itu, Denny juga mengatakan bahwa pihaknya memang merasa berdosa. Hanya saja ia juga menyampaikan, mengapa Riau, yang menurut data ICW merupakan daerah yang korupsinya menduduki peringkat ketiga di Indonesia tidak pernah dipermasalahkan. Trio Macan, katanya, menghibur orang-orang yang menyukai hiburan seperti itu
Menanggapi pernyataan Denny, salah satu pengurus Muhammadiyah setempat, Haris Jumadi, mengatakan, isu korupsi persentasenya memang masih kecil di masyarakat. Sementara terkait berita akan tampilnya Trio Macan, ia mengaku, banyak dari pihaknya yang tidak mengetahui pemberitaan itu. "Kita baru tahu setelah acara selesai dilaksanakan," katanya.
Haris juga menyampaikan kekecewaannya terhadap pemimpin Riau yang hadir dalam malam puncak itu. "Kita kecewa dengan pemimpin Riau yang hadir. Kenapa tidak ada yang melarang penampilan itu," kata Haris di hadapan peserta pertemuan dan puluhan wartawan itu.
Mengenai penampilan Trio Macan pada malam puncak HUT PWI itu, Denny mengatakan, panitia sudah meminta artis ibukota itu untuk memperhatikan busana dan penampilan mereka. Saat malam puncak itu, kita juga menampilkan artis Syafira, Panduwinata, Zalmon, serta Arwin AS dari komunitas Beatles.
"Yang hadir malam itu bukan hanya Trio Macan. Banyak artis lainnya. Bahkan, artis Zalmon yang hadir malam itu mengenakan kostum muslim," tambah Denny.
Selain itu, tegasnya, dari sisi hukum semuanya tidak ada masalah. "Kita memiliki semua perizinan. Dari Dishub, bahkan dari Walikota juga ada izin. Mengenai etika kita akan minta izin kepada siapa. Peraturan daerahnya juga tidak ada. Selain itu kita juga memiliki kebiasaan untuk menyajikan segala sesuatunya secara berimbang," katanya.
Denny juga mengemukakan bahwa secara keseluruhan pementasan itu merupakan bagian dari kesenian. Selain itu pihaknya juga memiliki keinginan untuk menghibur masyarakat. Namun ia berjanji ke depan pihaknya akan memperhatikan masalah ini.
"Ke depan insyaallah kita akan menjaga ini. Kami tak ada maksud untuk menghadirkan sesuatu yang berbau pronografi. Namun, kami tetap menerima masukan ini," kata Denny. (TRIBUN PEKANBARU/HNK)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang