Laporan wartawan Kompas Erwin Edhi Prasetyo
YOGYAKARTA, RABU - Paguyuban Lurah dan Pamong Desa "Suryo Ndadari" Kabupaten Sleman dan Paguyuban Dukuh "Cokro Pamungkas" Kabupaten Sleman menyatakan siap mengerahkan ribuan warga untuk menekan pemerintah pusat agar segera menetapkan Raja Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Gubernur/Kepala Daerah DIY dan Adipati Pakualaman KGPAA Paku Alam IX sebagai Wakil Gubernur/Wakil Kepala Daerah DIY yang tidak terikat masa jabatan.
"Kita siap mengerahkan ribuan warga untuk menolak pemilihan Gubernur DIY. Kita akan gruduk ke Jakarta kalau dipaksakan pilgub," ungkap Mulyadi, Ketua Paguyuban Lurah dan Pamong Desa "Suryo Ndadari" saat berorasi dalam unjuk rasa menolak Pemilihan Gubernur DIY, Rabu (27/2) di DPRD DIY. Unjuk rasa itu diikuti lebih dari 1000 lurah anggota paguyuban. Dia menyatakan, dana untuk pilkada lebih baik untuk anggaran pendidikan dan pengentasan kemiskinan.
Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani Ketua Paguyuban Lurah dan Pamong Desa "Suryo Ndadari" Mulyadi dan Ketua Dukuh "Cokro Pamungkas" mereka menyatakan akan memboikot pelaksanaan pilkada jika benar-benar digelar. Masa jabatan Gubernur DIY akan berakhir 9 Oktober 2008. Wakil Ketua DPRD DIY Gandung Pardiman yang menemui massa menyatakan DPRD DIY siap memperjuangkan aspirasi lurah, pamong desa, dan kadus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang