PT KA Akan Tinggikan Jalur Porong-Tanggulangin 1,5 Meter

Kompas.com - 27/02/2008, 21:31 WIB

BANDUNG, KOMPAS - Meski tak ada dana dari pihak Lapindo Brantas Inc, PT Kereta Api tetap akan meninggikan jalur rel kereta petak Stasiun Porong-Stasiun Tanggulangin sepanjang 400 meter setinggi 1,5 meter dari permukaan tanah.

Demikian diungkapkan Sekretaris Perusahaan PT KA Gatot Wibowo, Rabu (27/2) di Bandung. Kita utamakan dulu kepentingan pelayanan kepada masyarakat. Kalaupun perlu minta klaim itu urusan belakangan. Yang jelas, peninggian akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat, kata Gatot.

Menurut Gatot, peninggian jalur kereta Stasiun Porong-Tanggulangin merupakan solusi jangka pendek yang paling mungkin dilakukan karena meski jalur rel dipindahkan, meluasnya luberan lumpur tak dapat diprediksi. Secara fisik rel masih kuat untuk dilalui, tetapi karena terendam maka operasional terhambat, tambahnya.

Jalur Stasiun Porong-Tanggulangin merupakan jalur terpendek yang dapat dilalui hanya dalam beberapa menit, sedangkan untuk menempuh jalur lingkar Bangil-Pemalang-Kediri-Kertosono-Mojokerto-Surabaya membutuhkan waktu sekitar empat jam.

Humas PT KA Agus Sukamto mengatakan, peninggian jalur rel kereta api akan dilakukan bersamaan dengan peninggian jalan raya. Perbaikan jalur harus dilakukan bersama-sama dengan peninggian jalan raya agar permukaan tanah di sekitarnya kuat. Sedangkan jarak ideal antara kepala rel dan permukaan tanah adalah 15 centimeter, ungkapnya.

Menurut Agus, meski hanya sepanjang 400 meter, penambahan ketinggian jalur rel membutuhkan material yang tidak sedikit. Beberapa material yang dibutuhkan, antara lain batu balas serta campuran pasir dan batu.

Rencana peninggian jalur kereta petak Stasiun Porong-Tanggulangin akan dijalankan oleh PT KA bekerjasama dengan Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Lumpur di Sidoarjo dan Departemen Perhubungan.

A01   

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau