BANDUNG, KOMPAS - Meski tak ada dana dari pihak Lapindo Brantas Inc, PT Kereta Api tetap akan meninggikan jalur rel kereta petak Stasiun Porong-Stasiun Tanggulangin sepanjang 400 meter setinggi 1,5 meter dari permukaan tanah.
Demikian diungkapkan Sekretaris Perusahaan PT KA Gatot Wibowo, Rabu (27/2) di Bandung. Kita utamakan dulu kepentingan pelayanan kepada masyarakat. Kalaupun perlu minta klaim itu urusan belakangan. Yang jelas, peninggian akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat, kata Gatot.
Menurut Gatot, peninggian jalur kereta Stasiun Porong-Tanggulangin merupakan solusi jangka pendek yang paling mungkin dilakukan karena meski jalur rel dipindahkan, meluasnya luberan lumpur tak dapat diprediksi. Secara fisik rel masih kuat untuk dilalui, tetapi karena terendam maka operasional terhambat, tambahnya.
Jalur Stasiun Porong-Tanggulangin merupakan jalur terpendek yang dapat dilalui hanya dalam beberapa menit, sedangkan untuk menempuh jalur lingkar Bangil-Pemalang-Kediri-Kertosono-Mojokerto-Surabaya membutuhkan waktu sekitar empat jam.
Humas PT KA Agus Sukamto mengatakan, peninggian jalur rel kereta api akan dilakukan bersamaan dengan peninggian jalan raya. Perbaikan jalur harus dilakukan bersama-sama dengan peninggian jalan raya agar permukaan tanah di sekitarnya kuat. Sedangkan jarak ideal antara kepala rel dan permukaan tanah adalah 15 centimeter, ungkapnya.
Menurut Agus, meski hanya sepanjang 400 meter, penambahan ketinggian jalur rel membutuhkan material yang tidak sedikit. Beberapa material yang dibutuhkan, antara lain batu balas serta campuran pasir dan batu.
Rencana peninggian jalur kereta petak Stasiun Porong-Tanggulangin akan dijalankan oleh PT KA bekerjasama dengan Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Lumpur di Sidoarjo dan Departemen Perhubungan.
A01
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang