MANADO, KAMIS-Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sulawesi Utara (Sulut), meminta pihak pemerintah dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), mengumumkan berbagai merk atau jenis susu dan makanan bayi mengandung bakteri.
"Jangan buat masyarakat panik dengan penemuan susu mengandung bakteri itu, sehingga perlu ada penjelasan resmi mana yang perlu dihindari," kata Ketua YLKI Sulut, Aldy Lumingkewas, Kamis (28/2) di Manado.
Hingga saat ini, sejumlah warga, terutama Ibu Rumah Tangga (IRT) di Sulut, mengaku resah terhadap temuan Institut Pertanian Bogor (IPB) bahwa 22,73 persen (22 sampel) susu formula dan 40 persen (15 sampel), tidak layak konsumsi karena ada bakteri jenis Enterobacter sakazakii.
Menurutnya, masyarakat mulai enggan untuk membeli susu secara bebas dipasaran, karena pemerintah sendiri belum mempublikasikan, jenis-jenis apa yang harus dihindari. "Kalau ada beda pendapat hasil penelitian antara IPB dengan pemerintah, seharusnya tidak mengorbankan masyarakat yang banyak bergantung dari makanan dan susu tersebut," tambah Lumingkewas.
Anggota DPRD Sulut, Benny Rhamdani mengatakan, pemerintah pusat hingga di daerah, sebaiknya mulai melakukan penertiban susu dan makanan bayi mengandung bakteri, karena bisa berdampak besar bagi kesehatan manusia. Pemerintah daerah segera merespon temuan IPB tersebut dengan mencari tahu jenis-jenis dan merk makanan serta susu mengandung bakteri, tidak harus menunggu petunjuk pemerintah pusat.
Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Propinsi Sulut, Henny Kondoy mengatakan, akan melakukan razia susu dan makanan bayi di sejumlah toko, swalayan hingga pasar tradisional, namun masih terfokus pada tanggal kadaluarsa. "Karena belum ada petunjuk resmi jenis makanan dan susu mengandung bakteri dari pemerintah pusat, pihaknya sementara ini hanya merazia jenis tersebut yang mengandung kadaluarsa dulu," katanya. (ANT/ROY)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang