YLKI Sulut Minta Pemerintah Umumkan Susu Berbakteri

Kompas.com - 28/02/2008, 09:48 WIB

MANADO, KAMIS-Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sulawesi Utara (Sulut), meminta pihak pemerintah dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), mengumumkan berbagai merk atau jenis susu dan makanan bayi mengandung bakteri.

"Jangan buat masyarakat panik dengan penemuan susu mengandung bakteri itu, sehingga perlu ada penjelasan resmi mana yang perlu dihindari," kata Ketua YLKI Sulut, Aldy Lumingkewas, Kamis (28/2) di Manado.

Hingga saat ini, sejumlah warga, terutama Ibu Rumah Tangga (IRT) di Sulut, mengaku resah terhadap temuan Institut Pertanian Bogor (IPB) bahwa 22,73 persen (22 sampel) susu formula dan 40 persen (15 sampel), tidak layak konsumsi karena ada bakteri jenis Enterobacter sakazakii.

Menurutnya, masyarakat mulai enggan untuk membeli susu secara bebas dipasaran, karena pemerintah sendiri belum mempublikasikan, jenis-jenis apa yang harus dihindari. "Kalau ada beda pendapat hasil penelitian antara IPB dengan pemerintah, seharusnya tidak mengorbankan masyarakat yang banyak bergantung dari makanan dan susu tersebut," tambah Lumingkewas.

Anggota DPRD Sulut, Benny Rhamdani mengatakan, pemerintah pusat hingga di daerah, sebaiknya mulai melakukan penertiban susu dan makanan bayi mengandung bakteri, karena bisa berdampak besar bagi kesehatan manusia. Pemerintah daerah segera merespon temuan IPB tersebut dengan mencari tahu jenis-jenis dan merk makanan serta susu mengandung bakteri, tidak harus menunggu petunjuk pemerintah pusat.

Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Propinsi  Sulut, Henny Kondoy mengatakan, akan melakukan razia susu dan makanan bayi di sejumlah toko, swalayan hingga pasar tradisional, namun masih terfokus pada tanggal kadaluarsa. "Karena belum ada petunjuk resmi jenis makanan dan susu mengandung bakteri dari pemerintah pusat, pihaknya sementara ini hanya merazia jenis tersebut yang mengandung kadaluarsa dulu," katanya. (ANT/ROY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau