29 Tewas Dalam Serangan Anti-Opium Afganistan Selatan

Kompas.com - 28/02/2008, 18:33 WIB

KANDAHAR, KAMIS - Bentrokan antara pasukan pemberantas obat bius dengan pejuang milisi Taliban telah mengakibatkan 25 pejuang Taliban dan seorang personil polisi tewas di Afganistan. Milisi Taliban dilaporkan memulai penyerangan ke pasukan pemberantas obat bius di distrik Marja, provinsi Helmand, Rabu (27/2).

Penyerangan milisi Taliban ini kemudian dibalas dengan serangan polisi Afganistan yang mengakibatkan 25 pejuang Taliban tewas, termasuk diantaranya seorang komandan milisi lokal senior Taliban. Secara terpisah, 4 milisi tewas dan satu lainnya cidera Kamis ini (28/2) saat bom yang ditanam di pinggir jalan di Helmand meledak sebelum waktunya.

Milisi Taliban telah rutin menargetkan serangan bom di pinggir jalan ke pasukan asing dan Afganistan walaupun banyak warga sipil tewas akibat ledakan tersebut. Hingga 40 persen dana transaksi obat bius di Afganistan yang mencapai puluhan juta dolar dipakai untuk mendanai perjuangan Taliban. Aksi kekerasan tahun 2007 lalu telah menelan korban jiwa terbesar di Afganistan sejak pasukan koalisi pimpinan AS memulai invasinya ke negara tersebut pada tahun 2001. Lebih dari 6.500 orang yang sebagian besar milisi tewas dalam bentrokan aksi kekerasan di Afganistan.  

Menurut pejabat intelijen senior AS Michael McDonnel, pemerintah Presiden Afganistan Hamid Karzai hanya menguasai 30 persen wilayah negaranya. Taliban menguasai 10 hingga 11 persen Afganistan, sementara sisa wilayah dikuasai oleh pemimpin etnis setempat. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau