KANDAHAR, KAMIS - Bentrokan antara pasukan pemberantas obat bius dengan pejuang milisi Taliban telah mengakibatkan 25 pejuang Taliban dan seorang personil polisi tewas di Afganistan. Milisi Taliban dilaporkan memulai penyerangan ke pasukan pemberantas obat bius di distrik Marja, provinsi Helmand, Rabu (27/2).
Penyerangan milisi Taliban ini kemudian dibalas dengan serangan polisi Afganistan yang mengakibatkan 25 pejuang Taliban tewas, termasuk diantaranya seorang komandan milisi lokal senior Taliban. Secara terpisah, 4 milisi tewas dan satu lainnya cidera Kamis ini (28/2) saat bom yang ditanam di pinggir jalan di Helmand meledak sebelum waktunya.
Milisi Taliban telah rutin menargetkan serangan bom di pinggir jalan ke pasukan asing dan Afganistan walaupun banyak warga sipil tewas akibat ledakan tersebut. Hingga 40 persen dana transaksi obat bius di Afganistan yang mencapai puluhan juta dolar dipakai untuk mendanai perjuangan Taliban. Aksi kekerasan tahun 2007 lalu telah menelan korban jiwa terbesar di Afganistan sejak pasukan koalisi pimpinan AS memulai invasinya ke negara tersebut pada tahun 2001. Lebih dari 6.500 orang yang sebagian besar milisi tewas dalam bentrokan aksi kekerasan di Afganistan.
Menurut pejabat intelijen senior AS Michael McDonnel, pemerintah Presiden Afganistan Hamid Karzai hanya menguasai 30 persen wilayah negaranya. Taliban menguasai 10 hingga 11 persen Afganistan, sementara sisa wilayah dikuasai oleh pemimpin etnis setempat. (AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang