JAKARTA, KAMIS- Kepala Riset konsultan properti Jones Lang LaSalle untuk Asia Pasifik, Jane Murray, mengatakan, prospek properti untuk kawasan Asia Pasifik tahun 2008 ini tetap cerah.
Untuk pasar ritel, para pengembang telah merencanakan untuk terus memperluas ekspansi meskipun terjadi peningkatan biaya hunian per meter persegi dan rendahnya okupansi bangunan ritel.
Meski demikian, kenaikan harga sewa pasar ritel akan terjadi di tiap negara di kawasan ini, kecuali di Beijing di mana akan terlihat terselesaikannya beberapa pusat perbelanjaan, ujar Murray, Kamis (28/2), dalam surat elektroniknya kepada Kompas.
Pasar kondominium diperkirakan pula mengalami peningkatan penjualan yang dipicu peningkatan pendapatan. Beberapa negara seperti Hong Kong, China, India, dan Singapura, akan menikmati peningkatan penjualan pasar kondominium ini.
Di sub-sektor kawasan industri, pengembang diperkirakan mengincar lokasi di Singapura, Hong Kong, China, dan Thailand. Pengembang akan mengganti bangunan tua dengan bangunan modern yang mendukung logistik internasional. Tetapi, pengembang dan penyewa juga akan memperhatikan dukungan investasi dari pemerintah setempat terhadap pembangunan infrastruktur dan transportasi, ujar Murray.
Riset terakhir dari Jones Lang LaSalle Global Capital Flows menunjukkan total investasi properti di Asia Pasifik naik 27 persen di tahun 2007. Investasi lintas batas negara meningkat 47 persen di tahun 2007, dibanding peningkatan tahun 2006 sebesar 33 persen.
Investor lintas batas negara, datang dari Singapura, Hong Kong, dan Australia. Ada pula, investor lintas regional dari Eropa, Timur Tengah, dan Amerika.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang