AHMADABAD, KAMIS - Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Namun, frasa tadi bukan untuk mengantarkan maksud menonjolkan kemalangan yang datang berturut-turut, tetapi lebih kepada muzizat yang dialami oleh seorang bayi perempuan yang dilahirkan prematur dan terjatuh dari atas kereta api sebelum diketemukan hampir 2 jam kemudian dalam keadaan hidup di India.
Kisah ini dimulai dari perjalanan seorang ibu hamil, bernama Bhuri, yang bersama keluarganya menumpangi kereta api senja Selasa (26/2). Memasuki tengah malam, Bhuri menyempatkan diri untuk buang hajat di atas sebuah toilet kereta api. Namun, di luar dugaan, Bhuri justru melahirkan bayi perempuan yang dikandungnya.
"Sang ibu tidak sadarkan diri setelah bersalin dan sang bayi yang secara tidak disengaja terlahir prematur langsung terperosok ke dalam toilet yang pembuangannya terhubung langsung ke rel kereta api di bawahnya. Setelah 2 stasiun kereta api dilalui, kami mengetuk pintu toilet," kisah Arjun Kumar, saudara ipar Bhuri. Menurut Kumar, Bhuri yang nampak bersimbah darah kemudian membukakan pintu toilet dan menceritakan telah melahirkan bayinya yang terjatuh ke rel kereta api.
Menurut Kumar, setelah mendengar pengakuan Bhuri, pihak keluarga mereka memutuskan segera menarik rem darurat kereta api dan kemudian menjelaskan ke petugas kereta api mengenai apa yang telah terjadi. Pencarian bayi yang dilahirkan prematur tersebut kemudian segera dilaksanakan dan salah seorang petugas di salah satu stasiun kereta api yang telah dilintasi tidak berapa lama kemudian melaporkan penemuan sang bayi.
" Bayi ini terbaring di atas rel kereta api selama hampir satu setengah hingga dua jam," kata Dr. Gautam Jain, seorang dokter anak Rumah Sakit Rajasthan di Ahmadabad, di negara bagian Gujarat. Bayi yang bersama ibunya telah mendapatkan perawatan di RS Rajasthan ini belum diberikan nama dan berberat badan 1,46 kilogram.
"Denyut jantung dan temperatur tubuh bayi perempuan ini rendah. Kami tidak yakin bayi yang terlahir prematur 10 minggu ini dapat bertahan hidup," kata Dr. Gautam Jain. (AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang