Kembali Pada-Nya Kenang-kenangan Terakhir dari Gito

Kompas.com - 28/02/2008, 22:53 WIB

JAKARTA, KAMIS - Album religi Kembali Pada-Nya, yang dirilis pada 2007, menjadi kenang-kenangan terakhir dari almarhum Gito Rollies (60) di dunia industri musik rekaman Tanah Air. Menurut pihak perusahaan rekaman yang mengontraknya untuk album tersebut, Gito merasa sudah puas, karena keinginannya untuk mengeluarkan album religi telah terwujud.      

Gito, yang selama ini menderita kanker kelenjar getah bening, meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, pada Kamis (28/2), pukul 18.45 WIB. Ketika berita ini diturunkan jenazahnya disemayamkan di rumah duka di Jalan Mabad Bawah II No 8, RT07/RW12 Rempoa Ciputat, Kabupaten Tangerang, Banten.

Jan Djuhana, A&R Director Sony BMG Indonesia, perusahaan rekaman yang mengontrak Gito untuk album Kembali Pada-Nya, Desember 2007 ia pernah berbicara melalui telepon dengan Gito mengenai album religi tersebut dan kemungkinan melanjutkan kerja sama mereka ke album religi kedua. 

"Gito menanyakan bagaimana penjualan albumnya (Kembali Pada-Nya). Saya katakan, albumnya terjual lumayan,  kira-kira 30.000 copy, karena terjadi persaingan besar, banyak album religi yang dirilis hampir bersamaan," tutur Jan kepada kompas.com.

"Waktu Gito menanyakan apakah album religi keduanya akan diproduksi, saya menyampaikan bahwa kami (Sony BMG Indonesia) belum memutuskannya, karena harus membicarakannya dulu dengan Sony BMG Regional. Gito bilang, kalau album religi keduanya enggak jadi dibikin, enggak apa-apa, karena album religinya pertamanya sudah keluar, itu merupakan kepuasaan batin baginya," lanjut Jan.               

Jan menerangkan bahwa Gito memang hanya mau membuat album-album religi. Dengan kondisi kesehatannya yang naik-turun, Gito menggarap album Kembali Pada-Nya. Album itu berisi, antara lain, lagu Cinta yang Tulus (karya Ignatius Hadianto) dan lagu Hari-hari (Oetje F Tekol). Lagu-lagu tersebut merupakan hit-hit lama grup The Rollies. Oleh Gito, lirik kedua lagu itu sebagian diubah supaya religius. Supaya akrab dengan para penikmat musik sekarang, untuk album tersebut Gito bekerja sama dengan GIGI (dalam lagu Cinta yang Tulus), Dwiki Dharmawan, dan Tohpati.   

Jan berkisah, pada Oktober 2007 Gito masih bisa menjalani syuting video musik untuk lagu Cinta yang Tulus bersama GIGI. Syuting tersebut dilakukan di rumah Gito.

"Tadinya Gito enggak mau syuting itu diadakan di rumahnya. Dia mau di mana saja, pokoknya di luar rumah. Tapi, supaya dia enggak terlalu capek, kami bujuk dia dan akhirnya dia mau syuting di rumahnya saja," ucapnya. "Waktu itu dia juga bilang, dia enggak mau menjalani kemoterapi lagi di Singapura, capek," imbuhnya. (ATK)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau