JAKARTA, KAMIS - Album religi Kembali Pada-Nya, yang dirilis pada 2007, menjadi kenang-kenangan terakhir dari almarhum Gito Rollies (60) di dunia industri musik rekaman Tanah Air. Menurut pihak perusahaan rekaman yang mengontraknya untuk album tersebut, Gito merasa sudah puas, karena keinginannya untuk mengeluarkan album religi telah terwujud.
Gito, yang selama ini menderita kanker kelenjar getah bening, meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, pada Kamis (28/2), pukul 18.45 WIB. Ketika berita ini diturunkan jenazahnya disemayamkan di rumah duka di Jalan Mabad Bawah II No 8, RT07/RW12 Rempoa Ciputat, Kabupaten Tangerang, Banten.
Jan Djuhana, A&R Director Sony BMG Indonesia, perusahaan rekaman yang mengontrak Gito untuk album Kembali Pada-Nya, Desember 2007 ia pernah berbicara melalui telepon dengan Gito mengenai album religi tersebut dan kemungkinan melanjutkan kerja sama mereka ke album religi kedua.
"Gito menanyakan bagaimana penjualan albumnya (Kembali Pada-Nya). Saya katakan, albumnya terjual lumayan, kira-kira 30.000 copy, karena terjadi persaingan besar, banyak album religi yang dirilis hampir bersamaan," tutur Jan kepada kompas.com.
"Waktu Gito menanyakan apakah album religi keduanya akan diproduksi, saya menyampaikan bahwa kami (Sony BMG Indonesia) belum memutuskannya, karena harus membicarakannya dulu dengan Sony BMG Regional. Gito bilang, kalau album religi keduanya enggak jadi dibikin, enggak apa-apa, karena album religinya pertamanya sudah keluar, itu merupakan kepuasaan batin baginya," lanjut Jan.
Jan menerangkan bahwa Gito memang hanya mau membuat album-album religi. Dengan kondisi kesehatannya yang naik-turun, Gito menggarap album Kembali Pada-Nya. Album itu berisi, antara lain, lagu Cinta yang Tulus (karya Ignatius Hadianto) dan lagu Hari-hari (Oetje F Tekol). Lagu-lagu tersebut merupakan hit-hit lama grup The Rollies. Oleh Gito, lirik kedua lagu itu sebagian diubah supaya religius. Supaya akrab dengan para penikmat musik sekarang, untuk album tersebut Gito bekerja sama dengan GIGI (dalam lagu Cinta yang Tulus), Dwiki Dharmawan, dan Tohpati.
Jan berkisah, pada Oktober 2007 Gito masih bisa menjalani syuting video musik untuk lagu Cinta yang Tulus bersama GIGI. Syuting tersebut dilakukan di rumah Gito.
"Tadinya Gito enggak mau syuting itu diadakan di rumahnya. Dia mau di mana saja, pokoknya di luar rumah. Tapi, supaya dia enggak terlalu capek, kami bujuk dia dan akhirnya dia mau syuting di rumahnya saja," ucapnya. "Waktu itu dia juga bilang, dia enggak mau menjalani kemoterapi lagi di Singapura, capek," imbuhnya. (ATK)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang