Timur Tengah Akan Jadi Pusat Industri Penerbangan

Kompas.com - 29/02/2008, 12:30 WIB

Laporan wartawan Kompas Haryo Damardono  

JAKARTA, JUMAT - Chief Executive Etihad Airways James Hogan meramalkan, kawasan Timur Tengah akan menjadi pusat industri penerbangan, dimana Etihad Airways dan Abu Dhabi akan menjadi garda depan dalam hal pertumbuhannya.  

Timur Tengah dan Afrika Utara merupakan kawasan dengan pertumbuhan penumpang pesawat terbang dan lalu lintas kargo tercepat pada 2006 . Pertumbuhan ini diprediksikan berlanjut sebesar 7 persen per tahun, antara tahun 2008 hingga 2011, ujar James Hogan. Angka pertumbuhan rata-rata global hanya 5 persen.

Pernyataan tersebut, dilontarkan ketika Hogan menjadi pembicara Pertemuan Industri Penerbangan Timur Tengah (Middle East Aviation Outlook Summit) di Abu Dhabi, yang berlangsung Rabu (27/2) dan Kamis (28/2).

Hogan menjelaskan, perdagangan dan pariwisata adalah dua faktor kunci penggerak kawasan. Namun kini, terdapat banyak faktor tambahan termasuk pertumbuhan industri penerbangan, diantaranya liberalisasi dan deregulasi penerangan

Timur Tengah juga dinilai sebuah lokasi ideal bagi industri penerbangan, karena letaknya sangat strategis antara Barat dan Timur, dan terdapat beberapa tempat yang lebih baik untuk meluncurkan sebuah maskapai dunia yang baru.  

CEO Etihad ini juga menjelaskan , bah wa maskapai penerbangan dari Timur Tengah telah mengumumkan pesanan armada pesawat baru senilai 50 miliar dollar Amerika pada Paris Airshow 2007 silam. Beberapa bulan kemudian, Etihad memesan lagi 140 buah pesawat pada Dubai Airshow, senilai dari 100 miliar dollar Amerika.

Sepuluh bandara di seluruh Timur Tengah, juga menginvestasikan dana senilai 37 miliar dollar Amerika, untuk menambah kapasitas dalam upaya melayani pergerakan penumpang sebesar 318 juta penumpang per tahun pada 2012.  

Ekonomi Kawasan

Pendapatan per kapita (GDP) kawasan Timur Tengahantara 5-6 persen per tahun . Sehingga, Hogan pun meyakini Timur Tengah mengungguli dua kekuatan ekonomi yang baru muncul yakni India dan China.

Timur Tengah juga sedang mend iversifikasi ekonomi. Sebagai contoh, di Uni Emirat Arab (UEA) sektor minyak dan gas menyumbang 70 persen dari GDP ( tahun 1975), sebaliknya kini hanya sebesar 30 dari GDP (tahun 2005). Ini positif, ditengah ancaman melorotnya kapasitas produksi migas.

Diversifikasi bergerak ke sektor industri pariwisata, perumahan, jasa keuangan, dan logistik, yang tentu saja didukung sektor industri penerbangan dan arusnya, dengan pertumbuhan mencapai dua digit pada empat tahun terakhir.

Khusus untuk Abu Dhabi, di kota ini akan dibangun berbagai tujuan wisata seperti Sirkuit Grand Prix Formula 1 di Yas Island, Museum Guggenheim, Warner Brothers Theme Park, dan Museum Louvre yang pertama di luar Perancis.  

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau