Laporan wartawan Kompas Haryo Damardono
JAKARTA, JUMAT - Chief Executive Etihad Airways James Hogan meramalkan, kawasan Timur Tengah akan menjadi pusat industri penerbangan, dimana Etihad Airways dan Abu Dhabi akan menjadi garda depan dalam hal pertumbuhannya.
Timur Tengah dan Afrika Utara merupakan kawasan dengan pertumbuhan penumpang pesawat terbang dan lalu lintas kargo tercepat pada 2006 . Pertumbuhan ini diprediksikan berlanjut sebesar 7 persen per tahun, antara tahun 2008 hingga 2011, ujar James Hogan. Angka pertumbuhan rata-rata global hanya 5 persen.
Pernyataan tersebut, dilontarkan ketika Hogan menjadi pembicara Pertemuan Industri Penerbangan Timur Tengah (Middle East Aviation Outlook Summit) di Abu Dhabi, yang berlangsung Rabu (27/2) dan Kamis (28/2).
Hogan menjelaskan, perdagangan dan pariwisata adalah dua faktor kunci penggerak kawasan. Namun kini, terdapat banyak faktor tambahan termasuk pertumbuhan industri penerbangan, diantaranya liberalisasi dan deregulasi penerangan
Timur Tengah juga dinilai sebuah lokasi ideal bagi industri penerbangan, karena letaknya sangat strategis antara Barat dan Timur, dan terdapat beberapa tempat yang lebih baik untuk meluncurkan sebuah maskapai dunia yang baru.
CEO Etihad ini juga menjelaskan , bah wa maskapai penerbangan dari Timur Tengah telah mengumumkan pesanan armada pesawat baru senilai 50 miliar dollar Amerika pada Paris Airshow 2007 silam. Beberapa bulan kemudian, Etihad memesan lagi 140 buah pesawat pada Dubai Airshow, senilai dari 100 miliar dollar Amerika.
Sepuluh bandara di seluruh Timur Tengah, juga menginvestasikan dana senilai 37 miliar dollar Amerika, untuk menambah kapasitas dalam upaya melayani pergerakan penumpang sebesar 318 juta penumpang per tahun pada 2012.
Ekonomi Kawasan
Pendapatan per kapita (GDP) kawasan Timur Tengahantara 5-6 persen per tahun . Sehingga, Hogan pun meyakini Timur Tengah mengungguli dua kekuatan ekonomi yang baru muncul yakni India dan China.
Timur Tengah juga sedang mend iversifikasi ekonomi. Sebagai contoh, di Uni Emirat Arab (UEA) sektor minyak dan gas menyumbang 70 persen dari GDP ( tahun 1975), sebaliknya kini hanya sebesar 30 dari GDP (tahun 2005). Ini positif, ditengah ancaman melorotnya kapasitas produksi migas.
Diversifikasi bergerak ke sektor industri pariwisata, perumahan, jasa keuangan, dan logistik, yang tentu saja didukung sektor industri penerbangan dan arusnya, dengan pertumbuhan mencapai dua digit pada empat tahun terakhir.
Khusus untuk Abu Dhabi, di kota ini akan dibangun berbagai tujuan wisata seperti Sirkuit Grand Prix Formula 1 di Yas Island, Museum Guggenheim, Warner Brothers Theme Park, dan Museum Louvre yang pertama di luar Perancis.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang