Kalsium, Kembangkan Motorik Anak

Kompas.com - 01/03/2008, 16:02 WIB

KALSIUM diketahui sangat penting untuk membantu pembentukan tulang dan gigi pada anak. Namun selain itu, ternyata kalsium juga sangat penting peranannya dalam membantu anak mencapai kemampuan motorik yang optimal.

Menurut DR.Dr. Nani D, Sp.A, setidaknya ada beberapa tahapan yang berbeda pada kemampuan motorik anak. Pada usia 0-2 tahun, anak mulai belajar memegang, meniru, mengangkat, meraih, tengkurap, merangkak, berdiri dan berjalan. Usia 2- 3 tahun, anak belajar meloncat, memanjat, dan melompat dengan satu kaki. Usia 3-4 tahun, anak mulai belajar berjalan-jalan sendiri disekitar rumah, belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri. Usia 4-5 tahun, anak mulai belajar melompat dan menari, serta menaruh minat pada aktivitas orang dewasa. Dan pada masa sekolah, anak mulai belajar-hal-hal baru yang memerlukan gerakan otot khusus seperti bermain dan berolahraga.

Perkembangan motorik disebut optimal jika kemampuan motorik dicapai pada waktunya. Karena itu perlu kesiapan sistem saraf, otot dan tulang. Semuanya dapat dicapai lewat aktivitas olahraga teratur, pola hidup sehat dan tentu asupan kalsium yang memadai. Spesialis anak RSB Budi Kemuliaan ini mengungkapkan, sejak dini tabungan kalsium perlu dilakukan. Jika kebutuhan ini mengurang, tentu akan mengganggu proses pertumbuhan si anak. Gigi yang tidak bertumbuh dengan baik, tulang yang mudah keropos dan patah merupakan akibatnya. Hingga pada akhirnya sistem saraf pun akan terganggu pertumbuhannya dan kecerdasan anak akan berkurang. Tak heran bila kalsium mempunyai peranan penting dalam perkembanga kemampuan intelektual dan fungsi otak anak.

Transfer kalsium dari dalam dan luar sel syaraf sangat dekat hubungannya dengan mengaktifkan dan mengistirahatkan pesan otak. Ketika tubuh kekurangan kalsium, pelepasan syaraf pesan akan terhambat dan mekanisme pengaktifan atau pengistirahatan juga akan rusak. Akibatnya, pada anak-anak, mereka menjadi kerap gelisah saat tidur (tidur tidak nyenyak) juga hiperaktif.

Proses pembekuan darah juga tak luput dari peran kalsium. Pada saat anak terluka akibat melakukan suatu aktivitas, darah yang keluar dari tubuh akan cepat membeku bila sel darahnya banyak mengandung kalsium. Lukanya pun akan cepat sembuh, sehingga anak bisa melanjutkan aktivitas lainnya dengan cepat.

Untuk jantung, kalsium sangat bermanfaat bagi berlangsungnya kontraksi otot jantung. Saat jantung berkontraksi, kalsiumlah yang bertugas mengatur ritmenya. Anak dengan kondisi jantung yang sehat dapat melakukan berbagai macam olahraga dan aktivitas seru lainnya. Otot jantung yang sehat mampu mengimbangi aktivitas si anak.

Kebutuhan kalsium tiap anak berbeda, kata Nani. Anak usia kurang dari 1 tahun membutuhkan kalsium sebanyak 200-400 mg/hari, anak usia 1-9 tahun, membutuhkan 500-600 mg/ hari dan anak usia 10-18 tahun membutuhkan kalsium sebanyak 1000 mg/hari. Kalsium dapat diperoleh dari makanan seperti susu dan produk susu (es krim, keju, yoghurt), serta makanan non produk susu seperti ikan, sayuran, kacang-kacangan, tomat. "Untuk itu diharapkan, agar orangtua dapat mengatur menu sehari-hari agar semua kebutuhan gizi anak tercukupi, baik melalui makanan pokok maupun cemilan apalagi untuk anak yang sulit makan," ujar Dr. Nani.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau