Ketinggian Luapan Bengawan Solo Mencapai Lutut

Kompas.com - 02/03/2008, 18:47 WIB

Laporan wartawan Kompas Adi Sucipto

TUBAN, MINGGU - Warga Desa Centini merasa cemas dengan air Bengawan Solo yang sering meluap. Saat ini ketinggian air di Centini mencapai lutut orang dewasa atau sekitar 40 sentimeter (cm). Warga pun terpaksa meletakkan sejumlah perabotan di atas tempat tidur. Bila kondisi tidak memungkinan warga akan mengungsi.

Kepala desa Simorejo Kecamatan Widang Kabupaten Tuban Mashud, Minggu (2/3) mengatakan sebanyak 400 kepala keluarga (KK) dari 900 KK rumahnya tergenang air dengan ketinggian air sekitar 40 cm. Air meluap lagi ke empat kalinya tahun ini sejak Kamis (28/2) lalu, sementara bantuan baru datang dari kecamatan. "Kami berharap tanggul jebol di Widang ditanggulangi secepatnya agar tidak selalu membuat was-was warga sewaktu-waktu air Bengawan Solo naik," kata Mashud.

Harapan serupa disampaikan Kepala Desa Tegalrejo Sudarno agar tanggul yang jebol segera dibenahi. Saat ini sekitar 80 KK dari 531 KK di Dusun Braho dan Mejeruk Desa Tegalrejo resah dengan kenaikan air Bengawan Solo yang mencapai 40 cm di dalam rumah. Tebing Bengawan sisi utara hampir tiap hari longsor sehingga air lebih mudah meluap. Ring atau tanggul lapis kedua juga tidak kuat menahan arus air karena curah hujan tinggi dan ketinggian air Bengawan Solo naik turun. 

"Banjir melumpuhkan pertanian dan untuk keluar kami harus memutar lewat Desa Kedungharjo dengan waktu tempuh lebih lama. Seharusnya hanya 5 kilometer karena memutar menjadi lebih dari 6 kilometer," kata Sudarno.

Sebagian warga berprasangka lambannya perbaikan tanggul yang jebol karena ada rencana pembangunan waduk di wilayah Widang. Pembebasan lahan untuk waduk belum tuntas. Mungkin dengan terus-menerus kebanjiran warga akan pindah dengan sendirinya tanpa harus direlokasi, kata warga Widang Khoirul Huda.

Di Tuban luapan Bengawan Solo meluber ke areal persawahan yang baru ditanami padi umur 10 hari di Desa Sandingrowo, Kenongosari, Glagahsari dan Kendal Kecamatan Soko serta Desa Karangpinoto Kecamatan Rengel. Sebelumnya luapan Bengawan Solo di Kecamatan Widang menggenangi Dusun Braho, Mejeruk dan Tegalrejo Desa Tegalrejo, Dusun Panderejo, Gilis, dan Baturan Desa Simorejo. Luberan meluas ke Dusun Dermalang Desa Mlangi dan Dusun Temas Desa Compreng.

Akses ke Desa Simorejo melalui jalan Pendowo mulai pertigaan Tegalrejo lumpuh. Air menggenangi jalan setinggi 40 cm sehingga kendaraan tidak bisa lewat. Sementara akses jalan Kedungharjo-Tegalrejo putus sepanjang tiga meter.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau