TURIN, SENIN - Cesare Prandelli seperti berada di rumahnya sendiri, ketika membawa Fiorentina bertandang ke kandang Juventus, Minggu (2/3) atau Senin WIB. Bahkan, dia seolah lebih dihormati suporter daripada pelatih tuan rumah, Claudio Ranieri.
Prandelli memang pernah bermain di Juventus. Sebab itu, jasanya masih diingat suporter klub tersebut. Beberapa kali, suporer La Vecchia Signora malah bertepuk tangan kepadanya, atau ada beberapa yang meneriakkan namanya.
Ini tentu membuat iri Ranieri yang justru tak mendapat dukungan dari suporter. Apalagi, beberapa waktu lalu sudah muncul isu bahwa Prandelli adala pelatih masa depan Juventus. Artinya, cepat atau lambat dia akan menggeser posisi Ranieri.
Lebih menggembirakan Prandelli, sekaligus makin memukul Ranieri, karena Fiorentina mampu mengalahkan Juventus 3-2. Kemenangan yang memantapkan Fiorentina di urutan ke-4 klasemen sementara, sekalgus mengancam Juventus. Sebab, Juventus dan Fiorentina kini sama-sama memiliki nilai 47. Juve hanya unggul selisih gol, hingga berhak berada di urutan ke-3.
"Suporter Juventus memang selalu memberi sambutan hangat kepada saya. Saya sangat bahagia karenanya. Tapi, saya sekarang menangani Fiorentina dan saya juga bahagia di klub itu," kata Prandelli.
Meski begitu, harapan sporter Juventus agar dia melatih mantan klubnya tetap besar. Ini bisa memaksa manajemen Juventus memecat Ranieri pada akhir musim nanti, dan segera merekrut Prandelli. Apalagi, Prandelli dinilai pelatih berbakat dan punya sentuhan hebat. Saslah satu buktinya, dia mampu membawa Fiorentina kembali menjadi tim elite di Italia.
Meski begitu, dia menolak jika kemenangan Fiorentina lebih karena suporter Juventus tak terlalu menteror. Bukan juga karena aplaus suporter kepada Prandelli membuat Fiorentina merasa di rumah sendiri.
"Kami memang bermain bagus. Terutama di babak pertama, kami mampu menekan Juventus lebih banyak. Di babak kedua, kami mementingkan pertahanan dulu dan mencuri kesempatan. Strategi itu ternyata berhasil. Para pemain harus mendapat penghargaan, karena mereka bermain sangat bagus," jelas Prandelli.
Tentang peluang Fiorentina menggeser Juventus dari urutan ke-3, Prandeli tak mau membicarakannya. "Saya tak mau berandai-andai soal posisi. Yang pasti, kami bermain bagus dan berharap bisa melanjutkan permainan seperti itu. Itulah cerita yang lebih menarik," tegasnya.
Sementara, Ranieri merasa malu atas kekalahan timnya di kandang sendiri. "Kekalahan itu sangat memalukan, karena kami lebih menguasai permainan. Kami membayar mahal atas keteledoran yang kami lakukan," ujarnya. (CH4/HPR)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang