Aktivis 98 Siapkan Mosi Tidak Percaya

Kompas.com - 03/03/2008, 11:44 WIB

JAKARTA, SENIN--Para aktivis 98 yang pernah mengulirkan gerakan reformasi, berencana akan mengajukan mosi tidak percaya kepada Kejaksaan Agung, terkait dengan terungkapnya kasus suap melibatkan jaksa Urip Tri Gunawan. "Kami akan merapatkan barisan untuk melakukan demo besar-besaran di Kejaksaan Agung. Kami akan mengajukan mosi tidak percaya kepada lembaga itu," cetus Adhian Napitupulu, aktivis 98 yang dikenal sebagai dedengkot Forkot kepada Persda Network.

Menurutnya, terungkapnya aib di Kejaksaan Agung itu telah mencoreng citra Indonesia di mata dunia internasional. Dan yang lebih menakutkan lagi, kasus ini akan berimplikasi kepada ketidakpercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung. "Jadi dugaan-dugaan selama ini bahwa ada permainan di sana-sini, akhirnya terbukti. Kalau rakyat sudah tidak percaya lagi, bagaimana ke depan nasib negara yang disebut-sebut sebagai negara hukum ini?" tanya Adhian.

Ia berharap agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertindak tegas terhadap pimpinan Kejaksaan Agung. Kalau perlu, Jaksa Agung Hendarman Supandji segera mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moralnya kepada negara ini. "Jangan hanya menyesalkan lalu berjanji akan menindak tegas saja.  Sebagai pimpinan dia harus gentle dong, kayak pemimpin-pemimpin di Jepang," jelas Adhian.

Supaya, citra Kejaksaan Agung kembali pulih, Adhian berharap agar Presiden SBY berani meng-set up ulang seluruh jajaran di Kejaksaan Agung. "Kalau tidak, citra buruk itu akan terus melekat dan kepercayaan publik semakin luntur. Untuk itu segera set up ulang semua SDM kejaksaan di negeri ini," pinta Adhian. (Persda Network/BEC)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau