Mendagri: Konsultasi Pemerintah Wajar Saja

Kompas.com - 03/03/2008, 15:40 WIB

JAKARTA, SENIN - Menteri Dalam Negeri Mardiyanto menegaskan bahwa konsultasi yang dilakukannya disela-sela pembacaan pandangan akhir terhadap RUU Pemilu adalah hal yang wajar dan tidak perlu dibesar-besarkan. Dikatakannya, karena menyangkut hal yang fundamental maka ia merasa perlu berkonsultasi dengan Presiden SBY.

"Begini, karena apa yang menjadi keputusan sidang ini ada yang tidak sesuai dengan draft yang dirancang pemerintah dan kita pandang itu hal yang fundamental, lantas saya sebagai wakil pemerintah bersama dua menteri lainnya lapor kepada Bapak Presiden. Dan itu mekanisme yang wajar juga tidak menyalahi aturan persidangan," ujar Mardiyanto usai mengikuti sidang Paripurna, Senin (3/3).

Masalah fundamental yang dimaksud, ujar Mendagri, berkaitan dengan sikap pemerintah yang menghendaki penghitunan sisa suara harus habis di daerah pemilihan. Dua esensinya yaitu, mendekatkan konstituen dengan partai politik dan memberikan satu bentuk keterwakilan pada kewilayahan yang diwakili.

"Mekanisme voting adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dan kita hormati itu. Setelah kita menerima dengan sepenuhnya maka pemerinta berharap UU ini dapat segera dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan perlu dilakukan sosialisasi karena ini sangat berbeda dengan pelaksanaan Pemilu tahun 2004 lalu," tambah Mardiyanto.

Saat ditanya apakah konsultasi dilakukan karena ada friksi antara Partai Demokrat dan Golkar, Mardiyanto enggan berkomentar. Berbeda dengan Mardiyanto, Mensekneg Hatta Radjasa memberikan komentar tentang hal tersebut."Jangan distimulasikan seperti itu. Proses pengambilan keputusan bisa saja seperti itu tidak ada masalah, jangan terlalu jauh kita melihat Demokrat dan Golkar. Kalau dalam hal seperti ini pure partainya punya sikap masing-masing," ujar Hatta.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau