JAKARTA, SENIN - Meski isu susu formula dan makanan bayi yang tercemar bakter Enterobacter sakazakii terus berkembang, banyak orang tua yang tidak bisa menahan konsumsi susu formula dan makanan bayi untuk anak-anak mereka.
Pasalnya, dua hal ini adalah kebutuhan pokok bagi perkembangan dasar bayi dan juga biasanya diperoleh atas rekomendasi dari dokter anak yang mendampingi mereka dari waktu kelahiran bayi, hingga waktu tumbuhnya. Kondisi ini juga ditanggapi serius oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) yang segera mengambil langkah nyata terhadap fenomena praktik pemberian rekomendasi susu dan makanan bayi oleh dokter dan pihak rumah sakit.
¨Masalah susu formula yang dianjurkan oleh dokter di rumah sakit, memang banyak terjadi. Kami sudah mengadakan pertemuan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengenai seberapa pentingnya susu formula untuk anak-anak bayi, dan mereka sedang memikirkan itu,¨ ungkap Ketua Komnas PA, Seto Mulyadi, dalam jumpas pers di Jakarta Senin (3/3).
Seto menyebutkan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerima merek-merek susu formula dan makanan bayi yang diduga tercemar dari IPB. Oleh karena itu komnas PA mendesak pemerintah dan BPOM untuk segera menyelesaikaan penelitian dan mengumumkannya kepada masyarakat luas, dokter dan pihak rumah sakit. (C2-08)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang