Komnas PA Prihatinkan Rekomendasi Susu Formula

Kompas.com - 03/03/2008, 16:22 WIB

JAKARTA, SENIN - Meski isu susu formula dan makanan bayi yang tercemar bakter Enterobacter sakazakii terus berkembang, banyak orang tua yang tidak bisa menahan konsumsi susu formula dan makanan bayi untuk anak-anak mereka. 

Pasalnya, dua hal ini adalah kebutuhan pokok bagi perkembangan dasar bayi dan juga biasanya diperoleh atas rekomendasi dari dokter anak yang mendampingi mereka dari waktu kelahiran bayi, hingga waktu tumbuhnya. Kondisi ini juga ditanggapi serius oleh  Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) yang segera mengambil langkah nyata terhadap fenomena praktik pemberian rekomendasi susu dan makanan bayi oleh dokter dan pihak rumah sakit.

¨Masalah susu formula yang dianjurkan oleh dokter di rumah sakit, memang banyak terjadi. Kami sudah mengadakan pertemuan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengenai seberapa pentingnya susu formula untuk anak-anak bayi, dan mereka sedang memikirkan itu,¨ ungkap Ketua Komnas PA, Seto Mulyadi, dalam jumpas pers di Jakarta Senin (3/3).

Seto menyebutkan  bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)  telah menerima merek-merek susu formula dan makanan bayi yang diduga tercemar dari IPB. Oleh karena itu komnas PA mendesak pemerintah dan BPOM untuk segera menyelesaikaan penelitian dan mengumumkannya kepada masyarakat luas, dokter dan pihak rumah sakit. (C2-08)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau