Bojonegoro dan Lamongan Siaga II

Kompas.com - 03/03/2008, 17:56 WIB

LAMONGAN, SENIN- Akibat banjir luapan Bengawan Solo wilayah Kota Bojonegoro dan Lamongan memasuki siaga II. Ketinggian air tertinggi pada pukul 10.00 di Bojonegoro mencapai 14.44 lalu turun pada pukul 17.00 menjadi 14.21. Adapun ketinggian air di Karangn ongko Kecamatan Ngraho turun dari 27,72 menjadi 27,17. Posisi ketinggian air pada papan pantai di Babat Lamongan mencapai 6,92 dan di Laren dari 4,80 menjadi 4,82 pheilschaal (dari atas permukaan laut).

Koordinator Pengendalian dan Pengamanan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo Jawa Timur Mulyono, Senin (3/3), mengatakan, meskipun air di Karangnongko dan Bojonegoro mulain turun tetapi tetap harus diantisipasi adanya banjir kiriman dari J urug (Solo), Dungus (Ngawi) dan Madiun sebelumnya siaga II.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bojonegoro telah menyiapkan sedikitnya 2.000 karung pasir untuk membuat tanggul darurat. Air Sungai Bengawan Solo merendam Desa Ngulanan Kecamatan Dander. Warga sudah membuat tanggul dengan kantong-kantong plastik berisi pasir p ada pintu rumah. Puluhan hektar areal persawahan dengan tanaman padi umur 15 hari di Desa Kanor dan Semambung Kecamatan Kanor dipastikan kembali terendam, kata Mulyono.

Sekretaris Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Lamongan, Imam Trisno Edy Senin (3/3) mengatakan sebanyak 1.043 rumah di sembilan desa yakni Desa Centini, Gelap, Keduyung, Dateng, Durikulon, Pesanggrahan, Jabung, Bulutigo, dan Siser Kecamatan Laren terendam dengan ketinggian air mencapai 40 cm hingga 1 meter.

Lamongan sudah mulai masuk siaga II karena ketinggian air di Babat sudah mencapai 6,92. Warga di Desa Centini saat ini mulai mengungsi ke tanggul-tanggul yang masih belum terendam air. Mereka mulai membuat tenda-tenda darurat untuk pengungsian.

Akibat banjir ini empat sekolah terpaksa tidak bisa melakukan kegiatan belajar mengajar karena gedungnya terendam air, yakni MI Toriqotul Hidayah, SD negeri Centini, SMP Negeri 2 laren dan SMA NU Laren. SMP Negeri 2 Laren terpaksa mengungsikan siswa untuk mengikuti proses belajar mengajar di Desa Kendal Kemlagi Kecamatan Sekaran. SD Negeri Centini meliburkan siswanya kecuali kelas VI dialihkan ke masjid karena akan menghadapi ujian.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Laren Irham mengatakan pihak sekolah terpaksa mengungsikan siswa karena sseekolah tidak bisa lagi ditempati akibat banjir semakin tinggi mencapai pinggang orang dewasa. Para guru mengevakuasi buku-buku pelajaran yang akan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dan beberapa dokumen sebelum air meninggi.

Sebelumnya para siswa dikumpulkan di balai desa dan diberi pengarahan tempat kegiatan belajar mengajar sementara sampai air surut dan sekolah bisa digunakan lagi. "Kami terpaksa menggunakan Balai Desa Kendalkemlagi untuk kepentingan belajar karena air sud ah terendam setinggi kurang lebih satu meter," kata Irham. (ACI)    

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau