LAMONGAN, SENIN- Akibat banjir luapan Bengawan Solo wilayah Kota Bojonegoro dan Lamongan memasuki siaga II. Ketinggian air tertinggi pada pukul 10.00 di Bojonegoro mencapai 14.44 lalu turun pada pukul 17.00 menjadi 14.21. Adapun ketinggian air di Karangn ongko Kecamatan Ngraho turun dari 27,72 menjadi 27,17. Posisi ketinggian air pada papan pantai di Babat Lamongan mencapai 6,92 dan di Laren dari 4,80 menjadi 4,82 pheilschaal (dari atas permukaan laut).
Koordinator Pengendalian dan Pengamanan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo Jawa Timur Mulyono, Senin (3/3), mengatakan, meskipun air di Karangnongko dan Bojonegoro mulain turun tetapi tetap harus diantisipasi adanya banjir kiriman dari J urug (Solo), Dungus (Ngawi) dan Madiun sebelumnya siaga II.
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bojonegoro telah menyiapkan sedikitnya 2.000 karung pasir untuk membuat tanggul darurat. Air Sungai Bengawan Solo merendam Desa Ngulanan Kecamatan Dander. Warga sudah membuat tanggul dengan kantong-kantong plastik berisi pasir p ada pintu rumah. Puluhan hektar areal persawahan dengan tanaman padi umur 15 hari di Desa Kanor dan Semambung Kecamatan Kanor dipastikan kembali terendam, kata Mulyono.
Sekretaris Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Lamongan, Imam Trisno Edy Senin (3/3) mengatakan sebanyak 1.043 rumah di sembilan desa yakni Desa Centini, Gelap, Keduyung, Dateng, Durikulon, Pesanggrahan, Jabung, Bulutigo, dan Siser Kecamatan Laren terendam dengan ketinggian air mencapai 40 cm hingga 1 meter.
Lamongan sudah mulai masuk siaga II karena ketinggian air di Babat sudah mencapai 6,92. Warga di Desa Centini saat ini mulai mengungsi ke tanggul-tanggul yang masih belum terendam air. Mereka mulai membuat tenda-tenda darurat untuk pengungsian.
Akibat banjir ini empat sekolah terpaksa tidak bisa melakukan kegiatan belajar mengajar karena gedungnya terendam air, yakni MI Toriqotul Hidayah, SD negeri Centini, SMP Negeri 2 laren dan SMA NU Laren. SMP Negeri 2 Laren terpaksa mengungsikan siswa untuk mengikuti proses belajar mengajar di Desa Kendal Kemlagi Kecamatan Sekaran. SD Negeri Centini meliburkan siswanya kecuali kelas VI dialihkan ke masjid karena akan menghadapi ujian.
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Laren Irham mengatakan pihak sekolah terpaksa mengungsikan siswa karena sseekolah tidak bisa lagi ditempati akibat banjir semakin tinggi mencapai pinggang orang dewasa. Para guru mengevakuasi buku-buku pelajaran yang akan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dan beberapa dokumen sebelum air meninggi.
Sebelumnya para siswa dikumpulkan di balai desa dan diberi pengarahan tempat kegiatan belajar mengajar sementara sampai air surut dan sekolah bisa digunakan lagi. "Kami terpaksa menggunakan Balai Desa Kendalkemlagi untuk kepentingan belajar karena air sud ah terendam setinggi kurang lebih satu meter," kata Irham. (ACI)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang