YOGYAKARTA, SENIN - Kenaikan harga kebutuhan pokok selama bulan Februari di antaranya minyak goreng, tempe dan tahu telah memberikan andil positif terhadap laju inflasi Yogyakarta. Selama Februari 2008, inflasi kota Yogyakarta sebesar 1,01 persen.
Pada bulan Februari 2008 ini kota Yogyakarta masih mengalami inflasi yang cukup tinggi seperti pada bulan sebelumnya. "Hal ini disebabkan oleh kenaikan tarif rumah sakit, upah tukang bukan mandor, harga minyak goreng dan cabe merah," ungkap Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, R Bagus Rahmat Susanto, Senin (3/3), saat menyampaikan berita resmi statistik di kantor BPS DIY.
Bagus mengungkapkan, untuk inflasi kalender Januari-Februasi 2008 mencapai 2,28 persen. Ini jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 1,43 persen.
Lebih rinci Bagus menyampaikan, komoditas yang memberikan sumbangan positif sehingga mendorong laju infasi umum kota Yogyakarta antara lain, tarif rumah sakit sebesar 0,13 persen, tarif tukang bukan mandor menyumbang 0,11 persen, minyak goreng dan cabe merah masing-masing berkontribusi 0,10 persen. Selain itu, mi kering instan 0,09 persen, tempe 0,08 persen, tahu mentah 0,06 p ersen, cabe rawit dan kue basah 0,05 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang