Harimau Sumatera Di Ambang Punah

Kompas.com - 04/03/2008, 10:56 WIB

BANDA ACEH, SELASA - Juru bicara Yayasan Leuser Internasional (YLI) Chik Rini di Banda Aceh, Selasa, menyatakan, terancam punahnya harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) disebabkan perusakan habitat dan perburuan terhadap satwa tersebut semakin marak terjadi.
     
Disebutkan, selama tahun 2007, diketahui 10 harimau ditangkap masyarakat di Kecamatan Labuhan Haji Timur, Meukek, Samadua dan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan. Tujuh ekor ditangkap melalui kandang perangkap dibantu pawang, dua ekor dijerat dan satu ditembak dengan senjata api. 
    
Penangkapan dan penembakan dilakukan dengan alasan harimau mengganas dan telah memangsa enam warga masyarakat, katanya. Harimau sumatera merupakan satwa "terrestrial carnivora" terbesar dari semua kumpulan mammalia di Asia Tenggara. Kemampuan reproduksi harimau sebenarnya cukup baik bila mereka hidup di habitat yang cocok. Masa kehamilannya pendek yaitu hanya 103 hari, beranak relatif cepat dan memasuki masa oestrus yang cepat pula.
     
Jenis satwa ini dikategorikan sangat langka, IUCN (International Union Conservation Nature) menetapkan dalam kategori Endangered Species (genting) dan dimasukkan dalam Red Data Book Species Appendix I CITES.
     
Populasinya menghadapi tekanan hebat akibat kehilangan habitat, mangsa, perburuan kulit dan manfaat bagian tubuh untuk pengobatan tradisonal China.
     
Chik Rini menyatakan selama monitoring tahun 2007 ditemukan 142 tanda-tanda keberadaan harimau sumatera di dalam Kawasan Leuser, meliputi 53 tanda temuan di Kabupaten Aceh Selatan, 67 tanda temuan di Kabupaten Aceh Tenggara, 18 tanda temuan di Kabupaten Gayo Lues dan empat  tanda temuan di Kabupaten Aceh Timur.
     
Ke 142 tanda temuan tersebut meliputi empat  temuan cakaran, 51 temuan feses, 40 temuan jejak, 45 temuan kaisan, satu kali jumpa langsung dan satu  temuan bekas pakan.

Dari sembilan spesies harimau di dunia, dua spesies dari Indonesia sudah punah, yakni harimau Bali (Panthera tigris balica) dan harimau Jawa (Panthera tigris sondaica). (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau