Kasus Dana Poso, Pemeriksaan Berlanjut

Kompas.com - 04/03/2008, 17:03 WIB

PALU, SELASA - Penyelidikan dugaan korupsi dana pemulihan pascakonflik Poso yang berasal dari Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat sebesar Rp 58 miliar terus berlanjut. Menyusul 16 kepala dinas di Poso yang telah dimintai keterangan, delapan orang lainnya juga menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah sepanjang Senin (3/3) dan Selasa (4/3).

''Senin kemarin kami meminta keterangan dari lima orang Ketua Tim Verifikasi yang menyeleksi proposal yang masuk dari berbagai lembaga atau pihak-pihak penerima dana bantuan. Hari ini dari enam yang dipanggil, tiga orang yang datang diantaranya Kadis Koperasi dan Kepala Bagian Bina Sosial Dinas Sosial Poso,'' jelas Pelaksana Harian Humas Kejati Sulteng, Rusdia Tandilintin di Palu, Selasa (4/3).

Pemeriksaan lanjutan ini adalah bagian dari 51 orang -- diluar 16 kadis  yang sudah diperiksa -- baik kepala dinas, mantan kepala dinas, maupun berbagai lembaga maupun kelompok masyarakat yang menerima dana pemulihan tahun 2006 lalu.

Pelaksana Harian Asisten Intel Kejati Sulteng, Kadarsyah menambahkan pemeriksaan ini agak rumit karena alokasi anggaran dana bantuan ini mencakup ratusan item. ''Misalnya bantuan untuk koperasi, pembangunan jalan, air bersih, pengadaan baju hansip, dan lainnya,'' kata Kadarsyah.

Terkait dugaan penyimpangan dana bantuan ini, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu juga melakukan investigasi. Ketua AJI Kota Palu Amran Amir yang dihubungi terpisah mengakui berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan, memang banyak indikasi penyimpangan yang terjadi. ''Misalnya ada duplikasi anggaran dimana satu kegiatan dianggarkan dalam APBD Poso dan juga dianggarkan dalam Dana Pemulihan Poso. Kami juga menemukan banyaknya koperasi siluman yang mendapatkan dana bantuan yang muncul saat dana akan turun dan menghilang pascamenerima bantuan. Banyak pula kegiatan yang tidak sesuai peruntukan serta mark up jumlah kelompok penerima bantuan,'' kata Amran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau