JAKARTA, SELASA - Tidak dapat dipungkiri, di tengah kenyataan Indonesia sebagai negara maritim sebenarnya kekuatan daya saing Indonesia yang sangat besar ada di laut. hal ini ditegaskan pengamat kelautan dan maritim, Indroyono Soesilo dalam peluncuran buku Kekuatan Daya Saing Indonesia yang ditulis oleh Prof Zuhal di Jakarta, Selasa (4/3).
Namun, Indroyono menyayangkan bahwa tidak banyak generasi muda yang mau menekuni kelautan dan maritim. "Saya kemarin bertanya ke Institut Pertanian Bogor, berapa orang mahasiswa jurusan Oceanografi angkatan 2007. Jawabannya bukan 50, bukan juga 25, tidak 10, tapi cuma 3 orang. Padahal yang diurusi jutaan kilometer persegi," tukasnya.
Indroyono menyebutkan bahwa pada saat ini kendala pengembangan maritim terdapat pada pemikiran masyarakat yang masih mengonotasikan urusan laut dengan kemiskinan dan belum ada langkah yang signifikan dari pemerintah untuk regenerasi konservasi dan pengelolaan laut. Akibatnya wilayah perairan Indonesia sering dimasuki orang-orang tak dikenal yang bebas mengambil kekayaan alam di dalamnya.
Laut teritorial Indonesia memiliki luas 3,1 juta kilometer persegi dengan kekayaan alam yang sangat melimpah. Di sekitar daerah Amazon The Sea yang meliputi wilayah Kalimantan hingga ke timur Indonesia saja, ada sekitar 500 spesies terumbu karang dan 3.000 jenis ikan.
Indroyono secara khusus mengharapkan agar pemerintah dan masyarakat bersinergi secara jangka panjang dalam pengembangan maritim Indonesia. "Dari langkah-langkah yang ada kita sekarang masih bervisi jangka pendek untuk laut. Padahal tidak demikian. Pembangunan kelautan butuh visi jangka panjang," ujarnya. (C2-08)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang