Kekuatan Indonesia Ada di Laut

Kompas.com - 04/03/2008, 18:09 WIB

JAKARTA, SELASA - Tidak dapat dipungkiri, di tengah kenyataan Indonesia sebagai negara maritim sebenarnya kekuatan daya saing Indonesia yang sangat besar ada di laut. hal ini ditegaskan pengamat kelautan dan maritim, Indroyono Soesilo dalam peluncuran buku Kekuatan Daya Saing Indonesia yang ditulis oleh Prof Zuhal di Jakarta, Selasa (4/3).

Namun, Indroyono menyayangkan bahwa tidak banyak generasi muda yang mau menekuni kelautan dan maritim. "Saya kemarin bertanya ke Institut Pertanian Bogor, berapa orang mahasiswa jurusan Oceanografi angkatan 2007. Jawabannya bukan 50, bukan juga 25, tidak 10, tapi cuma 3 orang. Padahal yang diurusi jutaan kilometer persegi," tukasnya.

Indroyono menyebutkan bahwa pada saat ini kendala pengembangan maritim terdapat pada pemikiran masyarakat yang masih mengonotasikan urusan laut dengan kemiskinan dan belum ada langkah yang signifikan dari pemerintah untuk regenerasi konservasi dan pengelolaan laut. Akibatnya wilayah perairan Indonesia sering dimasuki orang-orang tak dikenal yang bebas mengambil kekayaan alam di dalamnya.

Laut teritorial Indonesia memiliki luas 3,1 juta kilometer persegi dengan kekayaan alam yang sangat melimpah. Di sekitar daerah Amazon The Sea yang meliputi wilayah Kalimantan hingga ke timur Indonesia saja, ada sekitar 500 spesies terumbu karang dan 3.000 jenis ikan.

Indroyono secara khusus mengharapkan agar pemerintah dan masyarakat bersinergi secara jangka panjang dalam pengembangan maritim Indonesia. "Dari langkah-langkah yang ada kita sekarang masih bervisi jangka pendek untuk laut. Padahal tidak demikian. Pembangunan kelautan butuh visi jangka panjang," ujarnya. (C2-08)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau