JAKARTA, SELASA - Tak sedikit yang menyebut Menteri Kesehatan, Siti Fadillah Supari adalah menteri yang paling ceplas-ceplos di Kabinet Indonesia Bersatu. Saat ditanya wartawan, Menkes bisa menjawab spontan, dan tanpa harus berpikir panjang. Dan Siti Fadillah sendiri mengakui bahwa dirinya memang orangnya spontan kalo bicara. "Wah, itu (ceplas-ceplos) sudah gawan lahir (bawaan dari lahir)," ujar Menkes saat menghadiri pelantikan pejabat Eselon I & II di gedung Departemen Kesehatan, Jakarta, Selasa (4/3).
Karena gaya bicara yang ceplas-ceplos itu, Siti Fadillah acapkali mendapat masalah. Pertengahan Januari lalu, Menkes sempat dilaporkan oleh YLBH Kesehatan Jakarta karena pernyataannya bahwa mantan presiden Soeharto menjalani kehidupan palsu karena waktu itu menggunakan alat bantu dalam perawatannya di RS Pusat Pertamina.
Yang terbaru, buku Menkes berjudul Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung yang menguak konspirasi AS dan badan kesehatan dunia itu dalam mengembangkan senjata biologi dari virus flu burung, Avian influenza (H5N1), membuat gerah Amerika Serikat dan badan kesehatan PBB (WHO).
Namun, Menkes yang tampak anggun dengan balutan baju warna ungu, mengaku tidak menyesal dianugerahi gaya bicara yang ceplos-ceplos. Ia menyebut bahwa itulah dirinya. Meski, ia mengakui bahwa masyarakat Indonesia lebih terbiasa dengan pernyataan yang tertata rapi dan tidak spontanitas. "Rakyat terkadang memang kaget dengan menteri yang lugu, dengan menteri yang mengatakan apa adanya. Tapi sebetulnya ceplas-ceplos saya itu karena saya ingin mengatakan yang benar," lanjut dia.
Diakui Menkes, kebiasaan mengatakan apa adanya itu sudah berlangsung sejak lama. Ia mengaku sulit jika harus mengatakan yang tidak sebenarnya. "Saya itu selalu mengatakan apa adanya. Saya tidak bisa bohong karena kalau saya bohong muka saya itu kelihatan," sambung menteri kelahiran Solo, Jawa Tengah ini. (Persda Network/had)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang