Atasi Kelangkaan BBM, Kapolres Rakor dengan Pemilik SPBU
Laporan Wartawan Bangka Pos, Budi Wardoyo
TOBOALI, RABU - Terkait lonjakan harga timah saat ini, berimbas dengan semakin langkanya solar harga subsidi untuk kepentingan publik dari SPBU-SPBU maupun AMPS serta PSPD di wilayah Kabupaten Basel karena diduga dipergunakan untuk kebutuhan BBM tambang oleh oknum.
Tingginya harga solar yang berkisar Rp 140.000 - Rp 150.000 per jeriken isi 16 liter yang menyulitkan para pemilik kendaraan roda empat maupun warga yang menggunakan diesel untuk penerangan menjadi perhatian Kapolres Basel AKBP Norman Widjajadi Sik.
Atas dasar itulah, Kamis (6/3) besok Kapolres akan mengundang para pemilik SPBU, AMPS, PSPD se Kabupaten Bangka Selatan bertempat di Mapolres Basel guna mengadakan sosialisasi tentang minyak dan gas bumi (Migas) yang mengacu kepada UU nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi serta terkait MoU antara Kapolri dengan Pertamina.
"Dalam sosialiasi tersebut kami sangat mengharapkan kehadiran pemilik SPBU, AMPS, maupun PSPD serta pangkalan minyak. Sebab guna mengantisipasi kelangkaan minyak solar akibat ulah para spekulan yang sudah sangat meresahkan masyarakat ini maka ke depan polisi akan melakukan tindakan tegas di lapangan," jelas Kapolres Basel AKBP Norman Widjajadi Sik melalui Kasat Reskrim AKP Rudi Purwiyanto Sik.
"Jika setelah kegiatan sosialisasi ini nantinya dilapangan masih kita temui pelanggaran terhadap penyaluran BBM subsidi ini maka akan akan ditertibkan/ tangkap. Termasuk juga kegiatan penimbunan BBM Ilegal," kata Purwiyanto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang