Laporan wartawan Kompas M Syaifullah
TAPIN, RABU - Sebagian wilayah tiga Kabupaten di Kalimantan Selatan, yakni Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan dan Banjar, Rabu (5/3) dilanda banjir. Banjir setinggi 30 sentimeter hingga dua meter ini terjadi akibat tingginya curah hujan yang turun sejak Selasa malam.
Pemantauan Kompas, banjir yang parah terjadi Kecamatan Tapin Selatan dan Binuang. Di Tapin Selatan ratusan warga terpaksa diungsikan akibat air yang masuk ke rumah mereka mencapai satu meter. Sementara di luar rumah mencapai dua meter.
Sejumlah warga menuturkan, banjir yang terjadi kali ini termasuk paling parah. Sebagian warga yang rumahnya terendam kini terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman seperti ke rumah tetangga dan mushalla yang tidak terkena banjir.
Camat Tapin Selatan Arifin Noor mengatakan, banjir ini menimpa tiga desa yakni, Tandui 239 keluarga, Swato Tatakan 30 keluarga dan Tatakan 194 keluarga. "Banjir besar di daerah ini sudah terjadi dua kali dalam dua tahun terakhir. Sebelum ada penambangan batu bara di daerah hulu Sungai Tatakan tidak pernah terjadi banjir seperti ini," katanya.
Bupati Tapin Idis Halidi terlihat meninjau langsung rumah-rumah warga yang terkena banjir. Selain memberikan bantuan bahan makanan, Idis juga melihat kegiatan evakuasi warga yang dilakukan aparat terkait. Sementara di Kecamatan Binuang, banjir terjadi di Desa Sungai Pinang dan Binuang.
Sementara secara bersamaan banjir juga terjadi di pemukiman warga Desa Busung, dekat dengan kawasan penambangan intan di Kecamatan Cempaka. Ratusan rumah yang dihuni sekitar 300 keluarga di daerah tersebut sejak Rabu pagi terendam banjir setinggi 1,5 meter.
Di Kabupaten Banjar banjir terjadi akibat luapan sungai Riam Kiwa. Beberapa daerah yang mulai dilanda banjir di antaranya Kecamatan Astambul seperti di Desa Pingaran dan Tambak Anyar. Keterangan yang berhasil dihimpun, menyebutkan, warga setempat dalam beberapa malam terakhir melakukan ronda untuk mengantisipasi terjadi banjir besar yang datang secara dadakan.
Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, pada Rabu siang, banjir kembali terjadi di Kota Kandangan mulai pukul 15.00. Sejumlah warga di daerah Kecamatan Kandangan Kota seperti di jalan Singakarsa, A Yani, Nirwana kini kembali membuat panggung dari papan di dalam rumah. Ini mereka lakukan karena khawatir air terus meninggi. Pada Sabtu pekan lalu, banjir juga melanda daerah tersebut. "Saat ini ketinggian air mencapai 50 meter. Air sudah hampir masuk ke rumah," kata Ita, warga jalan A Yani.