Tiga Kabupaten di Kalsel Terendam Banjir

Kompas.com - 05/03/2008, 15:56 WIB

Laporan wartawan Kompas M Syaifullah

TAPIN, RABU - Sebagian wilayah tiga Kabupaten di Kalimantan Selatan, yakni Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan dan Banjar, Rabu (5/3) dilanda banjir. Banjir setinggi 30 sentimeter hingga dua meter ini terjadi akibat tingginya curah hujan yang turun sejak Selasa malam.
 
Pemantauan Kompas, banjir yang  parah terjadi Kecamatan Tapin Selatan dan Binuang. Di Tapin Selatan ratusan warga terpaksa diungsikan akibat air yang masuk ke rumah mereka mencapai satu meter. Sementara di luar rumah mencapai dua meter.
 
Sejumlah warga menuturkan, banjir yang terjadi kali ini termasuk paling parah. Sebagian warga yang rumahnya terendam kini terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman seperti ke rumah tetangga dan mushalla yang tidak terkena banjir.
 
Camat Tapin Selatan Arifin Noor mengatakan, banjir ini menimpa tiga desa yakni, Tandui 239 keluarga, Swato Tatakan 30 keluarga dan Tatakan 194 keluarga. "Banjir besar di daerah ini sudah terjadi dua kali dalam dua tahun terakhir. Sebelum ada penambangan batu bara di daerah hulu Sungai Tatakan tidak pernah terjadi banjir seperti ini," katanya.
 
Bupati Tapin Idis Halidi terlihat meninjau langsung rumah-rumah warga yang terkena banjir. Selain memberikan bantuan bahan makanan, Idis juga melihat kegiatan evakuasi warga yang dilakukan aparat terkait. Sementara di Kecamatan Binuang, banjir terjadi di Desa Sungai Pinang dan Binuang.
 
Sementara secara bersamaan banjir juga terjadi di pemukiman warga Desa Busung, dekat dengan kawasan penambangan intan di Kecamatan Cempaka. Ratusan rumah yang dihuni sekitar 300 keluarga di daerah tersebut sejak Rabu pagi terendam banjir setinggi 1,5 meter.
 
Di Kabupaten Banjar banjir terjadi akibat luapan sungai Riam Kiwa. Beberapa daerah yang mulai dilanda banjir di antaranya  Kecamatan Astambul seperti di Desa Pingaran dan Tambak Anyar. Keterangan yang berhasil dihimpun, menyebutkan, warga setempat dalam beberapa malam terakhir melakukan ronda untuk mengantisipasi terjadi banjir besar yang datang secara dadakan.
 
Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, pada Rabu siang, banjir kembali terjadi di Kota Kandangan mulai pukul 15.00. Sejumlah warga di daerah Kecamatan Kandangan Kota seperti di jalan Singakarsa, A Yani, Nirwana kini kembali membuat panggung dari papan di dalam rumah. Ini mereka lakukan karena khawatir air terus meninggi. Pada Sabtu pekan lalu, banjir juga melanda daerah tersebut. "Saat ini ketinggian air mencapai 50 meter. Air sudah hampir masuk ke rumah," kata Ita, warga jalan A Yani.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau