Suara Ibu Peduli: Hentikan Pemberian Air Tajin

Kompas.com - 06/03/2008, 15:32 WIB

JAKARTA, KAMIS -Suara Ibu Peduli mengimbau kepada seluruh ibu di Indonesia menghentikan pemberian air tajin kepada bayi di bawah lima tahun. Sebab, kualitas beras saat ini tidak lagi seperti belasan tahun lalu.

Sekretaris Suara Ibu Peduli, Ninuk Widaryati, mengatakan air tajin pada saat ini relatif tidak aman untuk bayi karena terkandung bahan kimia, seperti pemutih dan pestisida. "Bahan kimia seperti pemutih, pestisida, dan pewangi dapat berpengaruh buruk pada kecerdasan anak. IQ anak turun, berarti kemunduran bagi bangsa kita. Ini berbahaya. Ibu-ibu sekarang mungkin tidak menyadari hal itu. Oleh karena itu, kami ingin mengingatkan," ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (6/3), di Jakarta.

Menurut dia, lebih baik para ibu memberikan sari kacang hijau yang jauh lebih bergizi daripada air tajin. "Atau ganti saja dengan susu kedelai. Sekarang kedelai pun mahal ya. Diganti dengan kacang hijau malah lebih bagus ketimbang tajin," jelasnya.

Nunik menambahkan para ibu sebenarnya tidak perlu mengurangi ataupun menghentikan pemberian susu kepada balitanya dalam menghadapi isu bakteri jahat yang terkandung dalam susu kemasan. Para ibu cukup berhati-hati dalam meneliti kemasan susu saat akan membelinya.

Ketua Presidium Suara Ibu Peduli, Pujiwati, menuturkan isu tersebut hanya memperkeruh situasi ekonomi keluarga miskin saat ini. "Awalnya memang sudah tidak mampu. Pas ada kejadian ini, jadi ya udahlah. Pada dasarnya memang ketidakmampuan. Sebenarnya ini kan bisa dihindari saat kita meneliti kemasan susu. Kalau penyok, kembalikan saja," ungkapnya.(BOB)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau