Bupati Kerahkan Tentara Buru Buaya

Kompas.com - 07/03/2008, 23:47 WIB

BANYUASIN, JUMAT--Bupati Banyuasin Ir H Amiruddin Inoed mengatakan, tim gabungan pemantau buaya di Sungai Batanghari sudah terbentuk. "Tim itu terdiri dari petugas kehutanan dan Kesbang Pol Banyuasin. Mereka sudah berkoordinasi dengan saya," katanya.

Saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan Dandim Musi Banyuasin dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang berada di Palembang. "Kita tengah melakukan koordinasi dengan KSDA Palembang, apakah buaya itu cukup dijinakkan dan ditangkap dengan mendatangkan pawang. Sebab, buaya termasuk binatang yang dilindungi. Atau kalau perlu ditembak dengan mendatangkan petugas Kodim Muba," jelasnya.

Kata Amiruddin, ada kemungkinan buaya yang mengamuk di Sungai Batanghari, bukan buaya asli wilayah itu, melainkan buaya yang berasal dari Sungai Sembilang yang memang dikenal sebagai habitat buaya. "Berdasarkan info yang saya dengar, buaya itu baru keluar kalau air pasang," katanya. Pada kesempatan itu juga, Amiruddin kembali memeringatkan warga Mukut dan warga yang tinggal di wilayah aliran Sungai Batanghari selalu hati-hati dan waspada.

Trisnawati (25) korban gigitan buaya yang saat ini dirawat di RSUD Banyuasin sudah berangsur-angsur membaik. Trisna yang dioperasi kakinya dan mendapat 50 jahitan, kini sudah bisa makan sendiri. Wanita itu mengalami luka serius di kedua kakinya. Sejumlah warga yang tadinya berniat pergi ke sawah lantaran saat ini tengah musim tanam, terpaksa menghentikan niatnya. Mereka takut bernasib sama dengan Trisnawati. Untuk mencapai sawah, warga harus melintasi Sungai Batanghari. Bahkan, ada warga yang memilih mengungsi meninggalkan Desa Mukut guna mencari tempat yang lebih aman.  (Sripo/UDN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau