Mimika Kesulitan Pupuk

Kompas.com - 09/03/2008, 06:34 WIB

TIMIKA, SABTU - Para petani di  Kabupaten Mimika, Papua mengeluhkan kelangkaan pupuk urea dalam kurun  waktu satu bulan terakhir.  "Sudah satu hingga dua bulan terakhir pupuk urea  kosong di Timika," kata Ruslan, Ketua Kelompok Tani Makmur di Timika, Sabtu (8/3).
       
Menurut Ruslan, pupuk urea sangat penting  untuk pertumbuhan sayur-sayuran, buah-buahan, jagung, palawija yang  menjadi sumber pokok penghasilan para petani transmigran yang tersebar  di sejumlah satuan pemukiman di Kabupaten Mimika.
          
Selain pupuk urea,  petani juga menggunakan pupuk jenis ZA dan MPK untuk budidaya sayuran  dan tanaman lainnya.Saat ini harga pupuk urea bersubsidi di Timika Rp 65  ribu/50 kgl, pupuk NPK Rp 500 ribu/50 kg dan pupuk ZA bersubsidi Rp  52.500/50 kg.
      
Kasus kelangkaan pupuk urea di Timika pernah terjadi  tahun 2007 lantaran PT Karya Mandiri selaku perpanjangan tangan PT  Pupuk Kaltim wilayah Papua tidak bersedia lagi menjadi penyalur pupuk  di Mimika.
      
Pasca pengunduran diri PT Karya Mandiri,  pendistribusian pupuk ke sejumlah Koperasi Unit Desa (KUD) di Mimika  dipercayakan kepada KUD Sari Rasa. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau