TIMIKA, SABTU - Para petani di Kabupaten Mimika, Papua mengeluhkan kelangkaan pupuk urea dalam kurun waktu satu bulan terakhir. "Sudah satu hingga dua bulan terakhir pupuk urea kosong di Timika," kata Ruslan, Ketua Kelompok Tani Makmur di Timika, Sabtu (8/3).
Menurut Ruslan, pupuk urea sangat penting untuk pertumbuhan sayur-sayuran, buah-buahan, jagung, palawija yang menjadi sumber pokok penghasilan para petani transmigran yang tersebar di sejumlah satuan pemukiman di Kabupaten Mimika.
Selain pupuk urea, petani juga menggunakan pupuk jenis ZA dan MPK untuk budidaya sayuran dan tanaman lainnya.Saat ini harga pupuk urea bersubsidi di Timika Rp 65 ribu/50 kgl, pupuk NPK Rp 500 ribu/50 kg dan pupuk ZA bersubsidi Rp 52.500/50 kg.
Kasus kelangkaan pupuk urea di Timika pernah terjadi tahun 2007 lantaran PT Karya Mandiri selaku perpanjangan tangan PT Pupuk Kaltim wilayah Papua tidak bersedia lagi menjadi penyalur pupuk di Mimika.
Pasca pengunduran diri PT Karya Mandiri, pendistribusian pupuk ke sejumlah Koperasi Unit Desa (KUD) di Mimika dipercayakan kepada KUD Sari Rasa. (ANT)