GRESIK, MINGGU- Sebanyak 71 rumah di Pulau Bawean rata dengan tanah dan 18 rumah lainnya retak-retak akibat longsor yang terjadi sejak Kamis (6/3) lalu. Selain itu, 35 ekor sapi dilaporkan hilang tertimbun reruntuhan, dua masjid dan empat mushola rusak. Keretakan rumah yang terbelah tetapi tidak ambruk mencapai satu meter lebih.
Warga Bawean M Aminullah di Gresik, menyatakan, hingga Minggu (9/3), siang jalur Tambak-Sangkapura, tepatnya di Desa Grejekan-Balikterus terputus akibat ada batu besar berdiameter 1,5 meter teronggok di tengah jalan Desa Balikterus.
Jalan dan jembatan yang menghubungkan Desa Grejekan dan Paroman juga belum bisa dilalui. Warga masih mengungsi di sebuah Madrasah Ibtidaiyah di Dusun Candi, Desa Paromaan, Kecamatan Tambak. Getaran tanah longsoran yang bergerak masih dirasakan hingga Sabtu (8/3) petang.
Sebanyak 28 rumah di Dusun Candi Desa Paromaan, Kecamatan Tambak, dan 43 rumah di Desa Balikterus, Kecamatan Sangkapura, rata dengan tanah. Selebihnya, 18 rumah di Desa Grejekan retak-retak hingga selebar satu meter lebih. Dari lokasi tanah longsor hingga rumah y ang hanya reta-retak mencapai 500 meter lebih. Sekolah belum bisa dipakai untuk kegiatan belajar mengajar karena digunakan untuk menampung pengungsi, kata Amin.
Meskipun tidak ada korban jiwa, warga masih merasa trauma. Hingga Minggu ini belum ada warga yang melapor kehilangan anggota keluarganyta terkait bencana ini, akan tetapi mereka mulai mencari barang-barang brharga khususnya perhiasan seperti kalung dan gelang di sisa-sisa reruntuhan setelah mendapat izin dari petugas di Posko Penanggulangan Bencana, tuturnya.
Butuh bantuan pangan
Saat ini warga sangat membutuhkan bantuan pangan dan yang mendesak perbaikan sarana prasarana insfrastruktur jalan yang rusak. Penyebab longsor kali ini adalah hujan deras dan gundulnya hutan di wilayah Gunung Kastoba, Bedawang, dan Patar selamat.
Pertengahan Mei 2005 Kompas menyaksikan penebangan pohon menggunakan gergaji mesin marak. Akibat gundulnya hutan, Februari lalu terjadi banjir bandang yang menyebabkan ratusan rumah warga terendam dan akses jalan putus. Kini Bawean diterjang bencana longsor. Korban diungsikan radius 1 kilometer dari permukiman untuk menghidnari longsor susulan.
Kepala Kepolisian Sektor Sangkapura Ajun Komisaris Zamzani mengimbau warga mengungsi ke rumah kerabat dan tempat yang lebih aman. Sejak Kamis lalu banyak warga mengelih pusing, pegal dan gemetar akibat trauma dengan peristiwa tanah longsor uang melanda t empat tinggal mereka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang