Bawean Longsor, 71 Rumah Rata dengan Tanah

Kompas.com - 09/03/2008, 16:17 WIB

GRESIK, MINGGU- Sebanyak 71 rumah di Pulau Bawean rata dengan tanah dan 18 rumah lainnya retak-retak akibat longsor yang terjadi sejak Kamis (6/3) lalu. Selain itu, 35 ekor sapi dilaporkan hilang tertimbun reruntuhan, dua masjid dan empat mushola rusak. Keretakan rumah yang terbelah tetapi tidak ambruk mencapai satu meter lebih.

Warga Bawean M Aminullah di Gresik,  menyatakan, hingga Minggu (9/3), siang  jalur Tambak-Sangkapura, tepatnya di Desa Grejekan-Balikterus terputus akibat ada batu besar berdiameter 1,5 meter teronggok di tengah jalan Desa Balikterus.

Jalan dan jembatan yang menghubungkan Desa Grejekan dan Paroman juga belum bisa dilalui. Warga masih mengungsi di sebuah Madrasah Ibtidaiyah di Dusun Candi, Desa Paromaan, Kecamatan Tambak. Getaran tanah longsoran yang bergerak masih dirasakan hingga Sabtu (8/3) petang.

Sebanyak 28 rumah di Dusun Candi Desa Paromaan, Kecamatan Tambak, dan 43 rumah di Desa Balikterus, Kecamatan Sangkapura, rata dengan tanah. Selebihnya, 18 rumah di Desa Grejekan retak-retak hingga selebar satu meter lebih. Dari lokasi tanah longsor hingga rumah y ang hanya reta-retak mencapai 500 meter lebih. Sekolah belum bisa dipakai untuk kegiatan belajar mengajar karena digunakan untuk menampung pengungsi, kata Amin.

Meskipun tidak ada korban jiwa, warga masih merasa trauma. Hingga Minggu ini belum ada warga yang melapor kehilangan anggota keluarganyta terkait bencana ini, akan tetapi mereka mulai mencari barang-barang brharga khususnya perhiasan seperti kalung dan gelang di sisa-sisa reruntuhan setelah mendapat izin dari petugas di Posko Penanggulangan Bencana, tuturnya.

Butuh bantuan pangan

Saat ini warga sangat membutuhkan bantuan pangan dan yang mendesak perbaikan sarana prasarana insfrastruktur jalan yang rusak. Penyebab longsor kali ini adalah hujan deras dan gundulnya hutan di wilayah Gunung Kastoba, Bedawang, dan Patar selamat.

Pertengahan Mei 2005 Kompas menyaksikan penebangan pohon menggunakan gergaji mesin marak. Akibat gundulnya hutan, Februari lalu terjadi banjir bandang yang menyebabkan ratusan rumah warga terendam dan akses jalan putus. Kini Bawean diterjang bencana longsor. Korban diungsikan radius 1 kilometer dari permukiman untuk menghidnari longsor susulan.

Kepala Kepolisian Sektor Sangkapura Ajun Komisaris Zamzani mengimbau warga mengungsi ke rumah kerabat dan tempat yang lebih aman. Sejak Kamis lalu banyak warga mengelih pusing, pegal dan gemetar akibat trauma dengan peristiwa tanah longsor uang melanda t empat tinggal mereka.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau