Hambat Batu Ginjal dengan Bakteri Probiotik

Kompas.com - 10/03/2008, 11:11 WIB

LONDON, MINGGU - Bakteri yang  menguntungkan tubuh atau probiotik selama ini dikenal sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan pencernaan. Dari sekian banyak bakteri probiotik, kita mengenal beberapa nama seperti Lactobacillus atau Bifidobacterium.

Menurut hasil sebuah penelitian di Amerika Serikat, bakteri probiotik juga ternyata  berpotensi besar dalam menurunkan risiko mengidap penyakit batu ginjal kambuhan.
 
Seperti yang dipubliksikan dalam jurnal  The American Society of Nephrology, seseorang yang dalam ususnya memiliki bakteri Oxalobacter formigenes dalam jumlah besar dapat terhindar dari risiko penyakit batu ginjal hingga 70 persen.

Dengan hasil temuan ini, para peneliti dari Universitas Boston kini tengah berupaya mengembangkan metode untuk memanfaatkan bakteri ini sebagai pengobatan probiotik.

Batu ginjal merupakan benda yang terbentuk dalam organ akibat pengendapan kotoran atau zat buangan dalam urin.  Biasanya, ukuran batu ini bervariasi mulai dari sebesar pasir hingga permata.  Teksturnya pun ada yang kasar bergerigi atau bahkan halus.  Sedangkan warnanya ada yang kuning atau pun coklat.

Bila batu terbentuk dalam ginjal seseorang, batu tersebut bisa bergerak dan menyusuri bagian lain dari sistem urin.  Batu ini lalu menghambat aliran urin dan menyebabkan infeksi serta  rasa sakit yang begitu hebat atau bahkan dapat menimbulkan gagal ginjal.

Pembentukan batu ginjal biasanya terjadi pada pria atau wanita di usia 20 hingga 40 tahun.  Hampir  80 persen kasus batu ginjal kebanyakan dipengaruhi oleh senyawa yang disebut kalsium oksalat.

Hancurkan oksalat
Bakteri O.formigenes ternyata mampu menghancurkan oksalat dalam  saluran pencernaan atau usus dan jumlahnya bisa mencapai miliaran pada orang dewasa normal.

Para ahli dari Boston ini melakukan riset dengan cara membandingkan 247 pasien yang mengalami batu ginjal kambuhan dengan 259 partisipan lain yang tidak memiliki batu ginjal.

Hasil riset menunjukkan, hanya 17 persen dari kelompok pengidap batu ginjal yang ususnya dihuni bakteri O.formigenes dalam jumlah banyak, sedangkan prosentase pada kelompok sehat mencapai 38  persen.

¨Temuan kami ini memiliki potensi sangat penting dari segi klinis.  Kemungkinan untuk menggunakan bakteri sebagai probiotik memang masih dalam tahap awal investigasi,¨ ungkap Professor David Kaufman dari Universitas Boston.

Sementara itu Derek Machin, direktur bagian urologi University Hospital Aintree berpendapat, temuan ini akane membuka jalan  bagi ditemukannnya pengobatan efektif bagi batu ginjal kambuhan.

Namun begitu ia menyatakan penelitian secara klinis perlu dilakukan lebih lanjut sebelum  bekteri ini benar-benar dapat dipakai sebagai probitok.  

Menurutnya, batu ginjal sering dikaitkan dengan dehidrasi dan kasusnya lebih banyak terjadi di negera-negara beriklim kering dan panas seperti Arab Saudi.  Batu ginjal juga berhubungan dengan tingginya pengeluaran atau ekskresi kalsium. Namun pada banyak kasus, penyebabnya   tidak diketahui dengan jelas.                             

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau