Kali Lamong Meluap Lagi, Bengawan Solo Terus Mengancam

Kompas.com - 10/03/2008, 18:21 WIB

GRESIK, SENIN-Hujan deras di wilayah Mojokerto dan Lamongan serta sebagian Gresik Selatan menyebabkan Kali Lamong pada Senin (10/3) meluap lagi. Luapan Kali Lamong hingga pukul 17.00 telah menggenangi lima desa di Kecamatan Balongpanggang, sembilan desa di Kecamatan Benjeng dan satu desa di Kecamatan Cerme.

Luapan Kali Lamong terjadi setiap musim hujan, wilayah Benjeng, Balongpanggang dan Cerme khususnya di Cermen Lerek menjadi langganan banjir setiap Kali Lamong meluap. Warga Balongpanggang, Tatok Budi, mengatakan arus air dimulai dari Brantas hilir, Lamongan Mojokerto yang tidak tertampung anak Kali Lamong. Ahirnya air meluap le Desa Dapet Dusun Sugihwaras, Desa Sekarputih, Wotansari, Banjaragung, Wahas, Pucung dan Karangsemanding Kecamatan Balongpanggang.  

Oleh karena arus air deras tidak bisa tertampung di satu titik maka terus mengalir ke wilayah Kecamatan Benjeng menggenangi sembilan desa yakni Desa Deliksumber, Bulangkulon, Sedapurklagen, Kedungrukem, Munggugianti, Bulurejo, Kalipadang, Lundo, dan Klamp ok tergenang air dengan ketingian rata-rata 50 cm. Luapan air menggenangi 425 hektar sawah, 1.115 rumah, 11 kilometer jalan desa. Sedangkan di Cerme luapan Kali Lamong menggenangi Desa Dadapkuning.

Tatok menyebutkan arus deras tidak tetampung pada satu titik. Sementara jalan yang dijebol untuk mempercepat aliran air lalu pada Kamis (6/10) lalu dan ditutup plat baja membuat luapan semakin parah. Bekas jalan yang dijebol justru parah karena terkikis, plat baja yang dipasang tidak lagi bisa digunakan kendaraan lewat.

Pada Senin petang air merambat di jalan raya Kedungrukem-Benjeng dengan ketinggian 20 cm, sedangkan di dataran rendah terendam air 50 cm. Arus lalu lintas dilewatkan Surabaya-Cerme-Metatu-Balongpanggang. "Jalur ekonomi terputus dan tidak ada aktivitas ekonomi warga. Tadi sekitar pukul 15.00 ada petugas bagian sosial mengambil gambar banjir diteriaki warga dengan kata-kata Warga Tidak butuh foto warga butuh bantuan. Masyarakat perlu dapur umum tetapi belum ada langkah dari Pemkab Gresik," papar Tatok.

Pengguna jalan yang terjebak di Kedungrukem, Hariyanto, mengatakan, air sudah menggenangi Morowudi, Benjeng, Klampok, Cerme, dan Ngepung. Mulai pukul 14.00 jalur Benjeng Balongpanggang dan dari Cerme telah dialihkan lewat Metatu. Jalur di Desa Ngablak putus total, Benjeng tidak bisa dilewati. "Saya mau balik ke Balongpanggang lewat Benjeng malah terjebak banjir, jalan sudah tergenang air," katanya.

Sebenarnya warga Gresik selatan yang menjadi langganan banjir luapan Kali Lamong setiapm tahun. Bahkan selama Februari ini banjir terjadi tiga kali yakni Kamis (6/3) Sabtu (8/3) dan Senin (10/3). Warga tidak begitu panik dengan banjirnya karena terjadi ru tin. Tetapi mereka khawatir tanaman padi yang siap panen terendam lagi sehingga semakin mengurangi kualitas panenan. Para petani sebagian memanen padi lebih awal dan menaruhnya di tempat lebih tinggi agar tidak terendam air.

Adapun posisi ketinggian air Bengawan Solo mulai Bojonegoro masih mencemaskan dan sewaktu-waktu mengancam keselamatan warga. Kondisi air diperkirakan terus naik karena posisi di Solo, Ngawi dan Madiun siaga III. Ketinggian air pada papan pantau di Bojoneg oro Karangnongko Kecamatan Ngraho pada pukul 17.00 sudah menunjukkan angka 29,97 dari sebelumnya 29,88 pada pukul 15.00.

Pada pukul 15.00 Di Bojonegoro sudah menunjukkan angka 14,56, Babat 6,75 dan Plangwot Laren 4,84. Koordinator Pengendalian dan Pengamanan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Jawa Timur Wilayah Bengawan Solo Mulyono mengatakan warga sekitar Bengawan Solo diimbau selalu waspada. (ACI)   

 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau