Tegal, Harga Beras Anjlok

Kompas.com - 10/03/2008, 20:00 WIB

TEGAL, SENIN - Harga beras di Kota Tegal turun . Hal itu berdampak pada penurunan harga gabah di tingkat petani. Turunnya harga beras akibat semakin banyaknya petani yang panen dan rendahnya kualitas beras yang dihasilkan dalam panen kali ini.

Nuriah (50), pedagang beras di Pasar Induk Beras Martoloyo Kota Tegal, Senin (10/3) mengatakan, penurunan harga beras terjadi sejak 10 hari lalu. Harga beras pandanwangi turun dari Rp 5.200 menjadi Rp 4.800 per kilogram, b eras C4 kualitas pertama turun dari Rp 5.000 menjadi Rp 4.400 per kilogram, harga beras C4 kualitas kedua turun dari Rp 4.600 menjadi Rp 4.200 per kilogram, dan beras C4 kualitas ketiga turun dari Rp 4.400 menjadi Rp 4.000 per kilogram.

Menurut dia, penurunan harga beras akibat melimpahnya pasokan. Saat ini, panen mulai berlangsung di sejumlah wilayah, seperti Pemalang, Brebes, dan Kabupaten Tegal. Ia mengaku dapat memperoleh pasokan beras dengan mudah dari wilayah tersebut.

Selain itu, kualitas beras yang dihasilkan dalam panen kali ini rendah. Beras mudah remuk karena kadar airnya tinggi. Diperkirakan, hal itu akibat pengaruh hujan dan banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.

Seiring dengan turunnya harga beras, saat ini permintaan beras dari masyarakat meningkat. Jumlah pembeli eceran di tempatnya juga bertambah. Saat ini, ia mengaku mampu menjual sekitar dua ton beras per hari. Padahal sebelumnya hanya sekitar satu ton beras yang terjual setiap harinya hari.

Nuriah mengatakan, meskipun harga beras mulai turun, pedagang belum berani membeli beras dalam jumlah banyak. Memasuki panen raya, diperkirakan penurunan harga beras masih akan terjadi.

Penurunan harga beras yang terjadi saat ini berdampak pada penurunan harga gabah. Turiyah (60), pedagang beras yan g juga penebas gabah dari Pemalang mengatakan, saat ini harga gabah basah dari petani hanya sekitar Rp 1.700 hingga Rp 1.800 per kilogram.

Rendahnya harga gabah karena kualitasnya rendah, sehingga beras yang dihasilkan mudah remuk. Selain itu, pedagang juga masih sulit menyalurkan beras karena persediaan beras di pasaran melimpah. Menurut dia, harga beras akan stabil dan tidak turun lagi, setelah Bulog mulai melakukan pengadaan beras. Oleh karena itu, diharapkan Bulog segera melakukan pengadaan beras.

Tolani (28), petani di Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, rendahnya harga gabah sangat merugikan petani. Akibat hujan dan banjir yang terjadi selama musim tanam lalu, biaya operasional petani sangat tinggi.

Menurut dia, pemerintah harus segera melakukan pengadaan beras, untuk membantu petani. Dengan demikian, pasokan beras akan terkendali, sehingga harganya stabil.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau