JAKARTA,SELASA - Bursa Efek Indonesia (BEI) masih terperosok di zona merah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi Selasa (11/3) pagi ditutup anjlok 74,133 poin (2,93 persen) ke 2.453,734. Mengikuti tren melemahnya mayoritas bursa saham di Asia Pasifik.
Sedang indeks Kompas100 terpangkas 19,569 poin (3,09 persen) ke level 614,278. Indeks 45 saham unggulan (blue chip) LQ45 turun 17,498 poin (3,22 persen) menjadi 526,315, serta Jakarta Islamic Index (JII) merosot 16,242 poin (3,47 persen) ke posisi 452,327.
Sebanyak 157 saham turun mendominasi perdagangan sesi pagi, dibandingkan 14 saham yang menguat serta 33 saham stagnan. Volume transaksi mencapai 1,232 miliar saham dengan nilai Rp 2,406 triliun dari 27.775 kali transaksi.
Penurunan masih dipimpin oleh saham-saham pertambangan dan perkebunan seperti PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp 1.800 ke Rp 23.900. PT BUkit Asam (PTBA) turun Rp 650 ke Rp 10.200. Inco (INCO) turun Rp 500 ke Rp 8.250. Bumi Resources (BUMI) turun Rp 350 ke Rp 6.100. Antam (ANTM) turun Rp 200 ke Rp 3.725. Astra Agro Lestari (AALI) yang kembali turun Rp 1.250 ke 28.200. London Sumtera Indonesia (LSIP) turun Rp 500 ke 10.500. Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) turun Rp 100 ke Rp 2.125.
Kemudian Astra International (ASII) yang turun Rp 900 ke Rp 23.600. Serta Telkom (TLKM) turun Rp 250 ke 9.000. Indosat (ISAT) turun Rp 200 ke Rp 6.250.
Mayoritas bursa regional berada di teritori merah, seiring dengan kekhawatiran dengan resesi yang mengancam perekonomian Amerika Serikat. Indeks All Ordinaries di Australia turun 64,60 poin (1,22 persen) ke 5.211,10. Strait Times Index (STI), Singapura, melemah 7,37 poin (0,26 persen) ke 2.829,22. Kemudian indeks Hang Seng di Hong Kong anjlok 301,70 poin (1,33 persen) ke 22.403,35.
Sedang Indeks Nikkei225 pada sesi pagi ditutup naik 17,20 poin atau 0,14 persen pada 12.549,33.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang