Subsidi BBM 2008 Dinilai Terlalu Tinggi

Kompas.com - 11/03/2008, 13:10 WIB

JAKARTA,SELASA - Lembaga Kajian Reformasi Pertambangan dan Energi menilai angka subsidi bahan bakar minyak (BBM) APBN Perubahan 2008 yang diajukan pemerintah sebesar Rp 116 triliun terlalu tinggi.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Pri Agung Rakhmanto dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (11/3) mengatakan, berdasarkan perhitungan yang dilakukannya, angka subsidi hanya sebesar Rp 84 triliun. "Apakah benar subsidi sampai di atas Rp 100 triliun. Kalau dibandingkan perhitungan saya yang hanya Rp 84 triliun, maka selisihnya besar sekali," katanya.

Menurut dia, asumsi perhitungannya sama dengan pemerintah yakni harga minyak 83 dollar AS per barrel, volume BBM bersubsidi 35,4 juta kiloliter, dan alpha (biaya distribusi dan marjin) penyediaan BBM bersubsidi sebesar 12,5 persen.
    
Ia mengatakan, dengan selisih subsidi yang begitu besar tersebut, dirinya tidak setuju dengan program kartu pintar (smart card) yang hanya menargetkan Rp 10 triliun. Pri juga menambahkan, angka alpha sebesar 12,5 persen terlalu besar. "Dulu saat harga minyak 30 dollar AS per barrel, alpha hanya lima persen dan pendistribusian BBM bersubsidi tetap jalan," ujarnya.

Ia mengatakan, alpha tahun 2008 seharusnya hanya antara 5-8 persen. Opsi menekan subsidi lainnya, kata Pri, adalah alpha ditetapkan konstan. Kalau ditetapkan lima dollar maka subsidi Rp 75 triliun, delapan dollar AS maka Rp 80 triliun, sembilan dollar AS maka Rp 82 triliun, dan 10 dollar maka hampir Rp 84 triliun. "Bisa pula kembali ke formula ’cost and fee’ yang disempurnakan," katanya. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau