JAKARTA,SELASA - Setelah sempat terjun sampai 70 poin lebih, Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/3) sore mampu bangkit meski masih tetap di zona merah, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun tipis 0,17 persen, tertekan sentimen negatif global.
IHSG ditutup turun 4,333 poin berada di posisi 2.523,534, sedangkan indek Kompas100 turun 0,554 poin (0,09 persen) ke posisi 633,293. Kemudian indeks LQ45, kelompok 45 saham likuid, menurun 0,443 poin (0,08 persen) ke level 543,370.
Analis Riset PT Panin Capital Luki Aryatama, seperti dikutip Antara, menyebutkan, penurunan indeks masih dipengaruhi oleh bursa global, terutama penurunan bursa Wall Street AS Senin malam. Menurut Luki, anjloknya indeks Dow Jones Industrial Average di Wall Street sampai 153,54 poin dan merupakan posisi penutupan terendah sejak Oktober 2006 masih menjadi sentimen negatif pasar saham Indonesia.
Namun, lanjutnya, indeks secara teknikal sudah ’rebound’ (naik kembali) dibanding pada awal perdagangan yang sempat berada di level 2.400 (turun 74 poin) dan hanya ditutup turun 4 poin saja. "Jika waktunya ditambah mungkin indeks akan naik mengikuti penguatan bursa regional," jelasnya.
Beberapa bursa kawasan Asia ditutup naik kembali, Bursa Efek Tokyo dengan indeks Nikkei-225 meningkat 126,15 poin atau 1,01 persen pada 12.658,28, bursa Hongkong dengan indeks Hang Seng ditutup naik 290,29 poin atau 1,28 persen ke level 22.995,34 dan bursa Singapura dengan indeks Straits Times ditutup menguat 24,26 poin atau 0,86 persen ke posisi 2.860,85. "Kenaikan bursa regional di akhir sesi inilah yang mendorong perdagangan saham di BEI membaik menjelang penutupan," tambahnya.
Dengan membaiknya sentimen di akhir sesi ini, pergerakan saham di BEI cukup berimbang dibanding pada awal perdagangan sangat dominasi yang turun. Hingga akhir perdagangan saham yang turun sebanyak 99, sedangkan yang naik 82, sementara 60 stagnan dan 214 tidak aktif diperdagangkan.
Penurunan indeks dipimpin beberapa saham unggulan, seperti saham Bumi Resources (BUMI) yang turun Rp 200 menjadi Rp 6.250, Internasional Nickel (INCO) turun Rp 250 ke harga Rp 8.500, Aneka Tambang (ANTM) menurun Rp 50 ke posisi Rp 3.875, Astra Argo Lestari (AALI) terkoreksi Rp 850 ke level Rp 28.600, dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke posisi Rp 10.700.
Sementara beberapa saham unggulan lainnya kembali menguat, seperti Astra Internasional (ASII) naik Rp 300 menjadi Rp 24.800, Gas Negara (PGAS) terangkat Rp 350 ke level Rp 13.850, Tambang Timah (TINS) melambung Rp 2.050 ke harga Rp 34.000 dan Bank Mandiri (BMRI) terdorong Rp 125 menjadi Rp 3.125. Volume perdagangan Selasa ini mencapai 2,698 miliar saham dengan nilai Rp 5,787 triliun dari 67.816 kali transaksi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang