F-PDIP Tetap Minta Nama Tambahan Gubernur BI

Kompas.com - 12/03/2008, 12:01 WIB

JAKARTA, RABU-Jelang pengambilan keputusan diterima atau ditolak dua cagub BI, Raden Pardede dan Agus Martowardojo yang sudah melakukan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di depan anggota Komisi XI DPR RI, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan tetap meminta kepada pemerintah untuk menambah satu lagi cagub BI.
 
Rencananya malam ini, Rabu (12/3), Komisi XI DPR akan memutuskan, menerima atau menolak dua cagub BI yang diusulkan pemerintah. Ada tiga opsi yang akan diambil oleh Komisi XI DPR RI ini. Opsi pertama adalah menolak keduanya. Opsi kedua menerima Agus Martowardojo dan opsi ketiga menerima Raden Pardede sebagai Gubernur Bank Indonesia menggantikan Burhanuddin Abdullah.

Dalam Rapat Pleno Harian, Selasa (12/11) kemarin,PDI Perjuangan menegaskan kepada Fraksi PDI Perjuangan utnuk tetap memperjuangkan pendirian dan sikap Partai,perlunya penambahan calon Gubernur BI yang ikut dalam uji kelayakan dan kepantasan sebagai Gubernur BI, menjadi tiga orang calon.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPP bidang Informasi dan Komunikasi Daryatmo Mardiyanto, Fraksi PDI Perjuangan diminta berjuang untuk meyakinkan fraksi-fraksi lain di Komisi XI bahwa ketentuan tentang pengajuan calon Gubernur BI merupakan implementasi perundang-undangan.
 
Karenanya, dalam melaksanakan seluruh arti dan maksud dari Undang-undang apa pun merupakan bagian dari pendidikan politik bagi rakyat, para politisi maupun para pejabat negara. Pendidikan politik itu merupakan salah satu fungsi utama partai politik. "Intinya, PDI Perjuangan meminta tambahan satu calon Gubernur BI lagi," tegas Daryatmo. (Persda Network/Rahmadt Hidayat)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau