JAKARTA, RABU - Direktur PLN Fahmi Mochtar mengatakan tarif disinsentif listrik paling lambat diberlakukan Mei 2008. "Direksi yang baru sedang mereview formula disinsentif agar skema yang kita buat tidak beratkan pelanggan kecil," kata Fahmi di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (12/3).
Bila bukan April, paling lambat Mei mendatang akan diberlakukan tarif disinsentif sebab PLN ingin mensosialisasikan ke pelanggan sebelum diberlakukan serempak di Indonesia. "Kalau perlu kita langsung edarkan pelanggan formula tarif yang akan kita berlakukan," katanya.
Dia meminta pelanggan berhemat agar tidak terkena formula tarif disinsentif dan bisa menghitung sendiri berapa besar penggunaan listrik dengan formula yang akan disosialisasikan."Pelanggan tolong hitung sendiri yang dipakan dengan berapa rata-rata nasional. Kalau di atas rata-rata nasional dia akan kena disinsentif, "jelasnya.
Pelanggan, kata dia, tak perlu cemas dengan formula perhitungan tarif yang dipakai PLN sebab telah menggunakan teknologi memadai. "Dulu petugas mencatat manual meteran listrik tapi sekarang petugas datang foto dan hasil foto itu diolah dikantor untuk mengetahui besar penggunaan listrik,"katanya. (Persda Network/Hasanuddin Aco)
__._,_.___