Tarif Baru Listrik Paling Lambat Diberlakukan Mei

Kompas.com - 12/03/2008, 14:56 WIB

JAKARTA, RABU - Direktur PLN Fahmi Mochtar mengatakan tarif disinsentif listrik paling lambat diberlakukan Mei 2008. "Direksi yang baru sedang mereview formula disinsentif agar skema yang kita buat tidak beratkan pelanggan kecil," kata Fahmi di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (12/3).

Bila bukan April, paling lambat Mei mendatang akan diberlakukan tarif disinsentif sebab PLN ingin mensosialisasikan ke pelanggan sebelum diberlakukan serempak di Indonesia. "Kalau perlu kita langsung edarkan pelanggan formula tarif yang akan kita berlakukan," katanya.

Dia meminta pelanggan berhemat agar tidak terkena formula tarif disinsentif dan bisa menghitung sendiri berapa besar penggunaan listrik dengan formula yang akan disosialisasikan."Pelanggan tolong hitung sendiri yang dipakan dengan berapa rata-rata nasional. Kalau di atas rata-rata nasional dia akan kena disinsentif, "jelasnya.

Pelanggan, kata dia, tak perlu cemas dengan formula perhitungan tarif yang dipakai PLN sebab telah menggunakan teknologi memadai. "Dulu petugas mencatat manual meteran listrik tapi sekarang petugas datang foto dan hasil foto itu diolah dikantor untuk mengetahui besar penggunaan listrik,"katanya. (Persda Network/Hasanuddin Aco)
__._,_.___

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau