BOJONEGORO, RABU - Luapan Bengawan Solo di Bojonegoro, Tuban dan Lamongan masih berlangsung. Posisi ketinggian air di Bojonegoro pada pukul 13.00 WIB melewati batas siaga III dengan ketinggian air pada papan pantau 15,69, sedangkan di Lamongan Babat 7,33 atau mendekati siaga III sedang di Laren 5,22 melewati siaga III.
Di Bojonegoro para warga mengungsikan hewan ternak mereka di tepi Jalan Raya Bojonegoro-Cepu mulai dari Ngulanan Kecamatan Dander. Bahkan air dari dalam tanggul di Jetak, Kauman, Ledokwetan, Ledokkulon, Banjarjo, Kalirejo, mulai merembes ke jalan raya seperti terlihat di Jalan Rajekwesi dan KH Mansyur.
Sementara di Lamongan banjir kembali menggenangi 11 desa di wilayah Kecamatan Laren. Camat Laren, Rusgianto mengatakan saat ini sebanyak 3.708 rumah tergenang banjir akibat belum selesainya tanggul yang jebol di Desa Tegalrejo Kecamatan Widang Kabupaten Tuban.
Di Desa Duriwetan sebanyak 356 rumah terendam, Centini (850) Pesanggrahan (48), Keduyung (40), Jabung (750), Dateng (392), Gelap (575), Siser (155), Bulutigo (295), Pelangwot (200) dan Mojoasem (50) Ketinggian genangan bervariasi rata-rata 70 centimeter.
Pantauan Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Lamongan di Karanggeneng siaga II serta Kuro siaga II. Sejak banjir melanda 2 Maret lalu Pemerintah Kabupaten Lamongan telah menyalurkan bantuan gelombang kedua ke wilayah Kecamatan Laren.
Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten lamongan Aris Wibawa, Rabu (12/3) menyatakan bantuan gelombang pertama berupa 29,5 ton beras, 550 dus mi instan, 100 dus air mineral, 400 liter minyak goreng, 400 potong sarung, 250 potong selimut, 400 potong kaos, gula sebanyak 200 kilogram dan baju wanita sebanyak 400 potong. Bantuan gelombang kedua berupa 27 ton beras, 250 dus min instan, 6 dus sabun cuci, 9 dus susu serta 3 dus pembalut wanita.
Pemkab Lamongan akan terus memantau kondisi Laren dan meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk distribusi bantuan. Pada 28 Februari sebelum banjir akibat perbaikan tanggul di Widang belum tuntas telah disalurkan bantuan sebanyak 28 ton beras, 350 dus mi instan dan 250 liter minyak goreng.
"Persoalan seolah warga belum menerima bantuan disebabkan kadang setiap kepala keluarga yang menerima berbeda, kadang ayahnya kadang anaknya. Tetapi setelah dicek ternyata kepala desa sudah menerima bantuan," katanya. (ACI)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang